Berita Banda Aceh
Sinyal ‘Poros Baru’ Mulai Muncul, Nurlif Daftar Gerindra sebagai Cagub Aceh
“Tadi sudah kita dengar, Gerindra dan Golkar punya frekuensi berpikir yang sama. Saya kira partai lain juga sama.” TM NURLIF, Ketua DPD I Golkar Aceh
“Tadi sudah kita dengar, Gerindra dan Golkar punya frekuensi berpikir yang sama. Saya kira partai lain juga sama.” TM NURLIF, Ketua DPD I Golkar Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sinyal-sinyal akan lahirnya poros baru dalam Pilkada Aceh 2024 mulai muncul. Pada Senin (27/5/2024) kemarin, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif, resmi mendaftar ke Partai Gerindra Aceh sebagai bakal calon gubernur yang akan bertarung pada Pilkada 2024.
Saat ini, Nurlif menjadi satu-satunya ketua partai politik yang mendaftar sebagai bacagub ke Gerindra. Tak menutup kemungkinan pula, Golkar dan Gerindra akan berkoalisi untuk mengusung calon sendiri, karena sudah memenuhi syarat pendaftaran, yaitu 13 kursi DPRA.
Untuk diketahui, hasil pemilu 2024, Golkar Aceh berhasil mengamankan sembilan kursi di DPRA. Sedangkan Gerindra hanya meraih enam kursi DPRA, sehingga total kursi kedua partai ini berjumlah 15 kursi.
TM Nurlif yang ditanyai Serambi terkait peluang membentuk poros baru dengan Gerindra, tidak menjawab secara gamblang. Namun ia mengisyaratakan bahwa peluang terbentuknya poros baru itu bisa saja terjadi.
"Masih cukup waktu, pendaftaran bulan Agustus nantikan," kata Nurlif sambil tersenyum dan kemudian disambut tawa pengurus kedua partai. "Tadi sudah kita dengar, Gerindra dan Golkar punya frekuensi berpikir yang sama. Saya kira partai lain juga sama," sambung Nurlif lagi.
Saat ditanya lebih lanjut, apakah Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Aceh juga berlanjut untuk pemenangan Mualem pada Pilkada mendatang? Nurlif dengan jelas menjawab bahwa koalisi ini dibentuk hanya untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Selain itu, juga sebagai wadah bagi partai koalisi untuk memikirkan arah pembangunan Aceh ke depan.
Terkait TKD ini, Nurlif sama sekali tidak menyebut perihal Pilkada. Yang pasti, Nurlif menegaskan bahwa Golkar akan ambil bagian pada Pilkada mendatang. "Insya Allah, insya Allah," ucap Nurlif sambil tersenyum.
Seperti diketahui, sejauh ini kandidat calon gubernur Aceh yang sudah muncul baru satu orang, yaitu Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. Sejak dibuka penjaringan pendamping Mualem, sejumlah ketua partai politik ramai-ramai daftar ke Partai Aceh, termasuk TM Nurlif. Golkar sebelumnya memang sudah memutuskan akan mengusung Nurlif sebagai cagub atau cawagub pada Pilkada mendatang.
Kondisi Aceh
Sementara itu, saat menyampaikan visi misi bacagub di Partai Gerindra Aceh, Nurlif menyampaikan bahwa kondisi Aceh saat ini sedang tidak baik-baik saja, bila tidak elok disebut terpuruk, sehingga perlu kesepahaman bersama untuk mengatasinya. "Kita tidak ingin Aceh berada dalam situasi terpuruk. Bahwa kita ingin melompat ke suasana yang lebih baik adalah sebuah keniscayaan," kata Nurlif.
Dalam melakukan pembangunan, lanjut dia, program yang dirancang Pemerintah Aceh tentu tidak bisa lepas dari program nasional. Aceh tidak bisa berjalan sendiri tanpa sandaran pusat. "Indonesia telah menetapkan tahun 2025 Indonesia Emas. Tidak mungkin Indonesia Emas terwujud apabila langkah-langkah yang kita wujud tidak ada sama," ujarnya.
Menurut Nurlif, apabila Aceh ingin menghadirkan pembangunan berkelanjutan ke depan, maka posisi Aceh juga harus ada dalam program Indonesia Emas. "Karena itu perlu kesepahaman di antara kita dalam menyamakan intuisi dan gagasan pembangunan. Kerangka berpikir kita tentang pembangunan Aceh harus holistik," tegas mantan anggota DPR RI ini.
Sahabat Dekat
Kedatangan Ketua Golkar Aceh, TM Nurlif dan rombongan ke Gerindra Aceh kemarin disambut oleh Ketua dan Sekretaris Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Gerindra Aceh, Nasrul Sufi dan Mahfudz Y Loethan beserta tim penjaringan.
"Ini kebanggaan bagi Gerindra, satu-satunya ketua partai politik yang datang ke Gerindra. Ini besty-nya Gerindra," kata Mahfudz yang menjadi pembawa acara. "Kami sangat bangga dan kami sambut Bapak TM Nurlif di aula yang kami beri nama aula Prabowo," tambah Mahfudz.
Ketua Tim Penjaringan Nasrul Sufi, juga menyambut baik kedatangan Ketua Golkar Aceh, TM Nurlif ke Kantor Gerindra Aceh. "Bang Nurlif datang ke Gerindra bukan datang ke rumah orang, tapi datang ke rumah sendiri, karena pendiri Gerindra juga pengurus Golkar," kata Nasrul.
Ia menyatakan, saat ini TM Nurlif merupakan satu-satunya ketua partai politik di Aceh yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur Aceh. "Ada satu lagi yang sudah mengambil formulir calon gubernur yaitu mantan rektor Universitas Syiah Kuala, Pak Darni M Daud. Tapi beliau belum mengembalikan formulir," ungkapnya.
Nasrul menjelaskan bahwa pendaftaran dan penyampaian visi misi merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh setiap bakal calon. "Tanggal 15 Juni kita tutup penjaringan dan berkasnya akan kita antar ke DPP. Saya yakin, Golkar dan Gerindra sahabat yang sangat dekat, baik di nasional maupun di Aceh," tutupnya.(mas)
Gerindra Aceh Tunggu Perintah DPP
KETUA Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Partai Gerindra Aceh, Nasrul Sufi mengatakan pihaknya sudah menerima pendaftaran Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif sebagai bakal calon gubernur Aceh. Selanjutnya, Gerindra Aceh akan mengirim berkas pendaftaran TM Nurlif ke DPP Gerindra untuk diputuskan apakah mendukung pencalonan TM Nurlif atau orang lain.
“Apakah DPP akan memberi dukungan kepada Pak Nurlif, itu kita tidak tahu. Yang pasti kita akan bawa dokumen pendaftarannya ke DPP. Apakah ke Nurlif, apakah Dek Fadh (Fadhlullah), atau yang lain, kita belum tahu,” kata Nasrul.
Ia menyampaikan bahwa saat ini masih berlangsung proses penerimaan pengembalian berkas pendaftaran dan penyampaian visi misi bakal calon kepala daerah yang ingin maju lewat Partai Gerindra. “Misalkan ada datang calon lain yang lain, kita juga menerima selama belum kita tutup,” ucapnya.
Apakah dengan mendaftar TM Nurlif, Gerindra akan berkoalisi dengan Golkar dalam pencalonan gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada? Menjawab hal ini, Nasrul mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memastikan, karena itu ranahnya DPP.
“Itu belum bisa kita pastikan, karena itu wilayah DPP. Arah dan kiblat kita tetap menunggu perintah DPP,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Gerindra memiliki kader sendiri yang akan maju pada Pilkada 2024. Yaitu Fadhulullah atau akrab disapa Dek Fadh yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Aceh.
“Gerindra punya kader sendiri juga walaupun bukan pada posisi gubernur tapi wakil gubernur. Namun apakah Dek Fadh akan mendapat rekomendasi sebagai wakil gubernur atau calon bupati Pidie, itu belum pasti juga. Semua masih dalam proses dan Gerindra Aceh akan menunggu keputusan DPP,” tutup Nasrul Sufi.(mas)
Takdir Feriza Hasan Dinobatkan sebagai Qari Terbaik Se-Asia Tenggara |
![]() |
---|
Aceh Kirim Sebanyak 87 Ribu Barel Kondesat ke Thailand |
![]() |
---|
Kapolresta Ingatkan Ancaman Pidana Bagi Pembakar Sampah Sembarangan |
![]() |
---|
Harumkan Nama Aceh, Ustadz Takdir Feriza Disambut Kalungan Bunga oleh Pemerintah |
![]() |
---|
Peringati Hari Jadi, Polwan Polda Aceh Gelar Upacara Ziarah di TMP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.