Breaking News

Manajemen RSUD Nagan Raya Bantah Isu Adanya Permainan dalam Proyek Pengadaan Makan Minum Pasien

Pihak manajemen rumah sakit merasa perlu mengklarifikasi hal ini melalui Serambinews.com agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Bachtiar, Kepala Seksi Penunjang Non-Medis RSUD SIM Nagan Raya. 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Nagan Raya membantah isu yang menyebutkan adanya permainan dalam proyek pengadaan makan minum pasien.

Kabar ini sebelumnya mencuat di media sosial dan sejumlah media online. Pihak manajemen rumah sakit merasa perlu mengklarifikasi hal ini melalui Serambinews.com agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.

Sebagai gambaran, isu yang berkembang menyebutkan bahwa mantan Direktur RSUD Nagan Raya, dr Cut Yuliza Sutifa, bersama saminya ‘HM’ mengerjakan sendiri proyek makan minum pasien tahun 2023.

Cut Yuliza dituding dengan sengaja menggunakan kewenangannya untuk memilih rekanan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL). Ia memecah anggaran menjadi kontrak kecil bulanan dengan nilai di bawah Rp 200 juta, dengan tujuan untuk menghindari lelang terbuka.

Kepala Seksi Penunjang Non-Medis RSUD SIM, Bachtiar, dalam penyataan tertulisnya kepada Serambinews.com, membantah isu tersebut. Dia menegaskan bahwa tidak ada permainan dalam pengerjaan proyek makan minum pasien.

Bachtiar mengatakan, terkait prosedur pengelolaan anggaran di bawah Rp 200 juta dan mekanisme penunjukan langsung, mantan Direktur RSUD SIM, Cut Yuliza Sutifa sudah berkoordinasi dan meminta persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca juga: Kisah Petani Pidie Naik Haji, Dulu Daftarkan 4 Orangtua,Kini Naik Haji Menuntun Ibu Berusia 90 Tahun

Baca juga: Hasil UFC 302: Islam Makhachev Juara Usai Hajar Dustin Poirier, Lewati Rekor Khabib Nurmagomedov

Baca juga: Mana yang Lebih Bebahaya Antara Mie Instan dan Bumbunya? Simak Kata Ahli Gizi

“Jadi kita melakukannya sesuai aturan dan ketentuan. Semua kita ikuti agar tidak masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan keterlibatan HM yang juga suami dari Cut Yuliza Sutifa dalam pengadaan proyek makan minum itu. Malah, menurutnya, kehadiran HM sangat membantu pihak rekanan dalam memasok kebutuhan makan-minum pasien.

“Kita justru berterima kasih dengan kehadiran HM yang ingin membantu pihak rekanan, karena sudah bersedia memfasilitasi pelayanan makan minum pasien,”

“Apalagi dengan menalangi dana pribadinya kepada rekanan agar fasilitas makanan dan minum untuk pasien tidak terhambat. Semua itu dilakukannya demi pelayanan rumah sakit,” jelas Bachtiar.

Selama ini, Bachtiar mengaku sudah mencari banyak rekanan untuk mengerjakan proyek makan-minum pasien. Tetapi tidak ada mampu menalangani mengingat modalnya yang besar dan pembayarannya yang agak lama.

“Banyak rekanan yang tidak mau karena keterbatasan anggaran dan kita tidak bisa bayar dalam waktu cepat. Kadang-kadang sampai tiga bulan kita belum bisa bayar. Kalau dikalikan Rp 180 juta per bulan, itu sudah berapa jumlahnya,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Bachtiar, pihak rumah sakit mengaku sangat terbantu atas upaya HM dalam menangani kebutuhan makan dan minum pasien, tanpa mempermasalahkan keterlambatan pembayaran.

“Ini (RSUD SIM) fasilitas kesehatan, ini objek vital di Nagan Raya. Jadi tidak boleh pasokan makan minum pasien terganggu. Seharusnya kita bisa melihat ini,” pungkas Kepala Seksi Penunjang Non-Medis RSUD SIM ini.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved