Perang Gaza
AS: Potensi Penarikan Pasukan Israel dari Gaza akan Terjadi jika Hamas Terima Proposal Biden
Menteri pertahanan Israel sendiri mengakui bahwa ini adalah usulan Israel, dan kami yakin bahwa hal ini mencerminkan secara akurat, sebuah usulan yang
SERAMBINEWS.COM - Membahas proposal kesepakatan penyanderaan yang diumumkan oleh Presiden Joe Biden, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan, "Kami sedang menunggu tanggapan resmi dari mereka (Hamas).
Ini memberikan apa yang mereka cari, yaitu gencatan senjata, dan seiring berjalannya waktu, potensi penarikan pasukan Israel dari Gaza akan terjadi. Jadi mereka harus menerima perjanjian ini, perjanjian ini sangat maju, baik bagi rakyat Gaza, baik bagi rakyat Israel – dan mereka memang adil. perlu bergerak maju dalam hal itu."
Menurut Kirby, Presiden Biden ingin mempublikasikan proposal tersebut "untuk mencoba mendorong proses dan mengkatalisasi hasil yang berbeda.
"Dia menambahkan, “Ini bukan tentang menghalangi perdana menteri atau kabinet perang. Ini tentang memperlihatkan kepada publik seberapa baik dan seberapa setia dan tegas Israel dalam mengajukan proposal baru, bagaimana hal itu menunjukkan seberapa besar mereka benar-benar ingin menyelesaikan ini. Bahkan, ini adalah tentang memberikan tekanan publik pada Tuan Sinwar."
“Saya telah mendengar pernyataan berbeda yang keluar dari Israel,” kata Kirby.
“Menteri pertahanan Israel sendiri mengakui bahwa ini adalah usulan Israel, dan kami yakin bahwa hal ini mencerminkan secara akurat, sebuah usulan yang kami kerjakan dengan Israel. Saya tahu tidak ada celah untuk dibicarakan."
Kirby mengatakan dia tidak mempunyai kebebasan untuk menyampaikan usulan rasio tahanan dan sandera yang akan dibebaskan.
Pasukan Israel Bunuh Empat Sandera yang Ditawan Hamas di Gaza
Pasukan Pertahanan Israel pada hari Senin mengumumkan kematian empat sandera yang diculik pada tanggal 7 Oktober dan dibawa ke Gaza hidup-hidup. Tentara sedang memeriksa kemungkinan mereka terbunuh oleh tembakan pasukan Israel.
Keempatnya diidentifikasi sebagai Chaim Peri, 80; Yoram Metzger, 80; dan Amiram Cooper, 84 dari Nir Oz, serta Nadav Popplewell, 51, dari Nirim.
Kematian Popplewell diumumkan oleh Kibbutz Nirim pada Senin pagi.
Jenazah keempat orang tersebut ditahan oleh Hamas, dan tentara yakin mereka ditahan bersama di Gaza. IDF juga yakin bahwa mereka dibunuh di Khan Yunis beberapa bulan lalu.
Jumlah sandera yang dipastikan tewas kini mencapai 43 orang.
Pada bulan Desember, Hamas merilis video yang menunjukkan Peri, Metzger dan Cooper. Sebuah video Popplewell dirilis oleh Hamas pada bulan Mei.
Pada Senin malam, IDF mengatakan mereka dapat menentukan kematian keempatnya berdasarkan intelijen.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Israel-IDF-mengevakuasi-rekan-mereka-yang-terluka-parah.jpg)