Jumat, 1 Mei 2026

Perang Gaza

AS: Potensi Penarikan Pasukan Israel dari Gaza akan Terjadi jika Hamas Terima Proposal Biden

Menteri pertahanan Israel sendiri mengakui bahwa ini adalah usulan Israel, dan kami yakin bahwa hal ini mencerminkan secara akurat, sebuah usulan yang

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
khaberni/HO
Tentara Israel (IDF) mengevakuasi rekan mereka yang terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza. Di lingkungan Zaytoun, pasukan IDF dilaporkan menghadapi perlawanan sengit faksi-faksi milisi perlawanan Palestina di mana Brigade Al Qassam, Brigade Al QUds, dan Brigade Martir Al-Aqsa menyatukan serangan mereka terhadap pasukan IDF. 

SERAMBINEWS.COM - Membahas proposal kesepakatan penyanderaan yang diumumkan oleh Presiden Joe Biden, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan, "Kami sedang menunggu tanggapan resmi dari mereka (Hamas).

Ini memberikan apa yang mereka cari, yaitu gencatan senjata, dan seiring berjalannya waktu, potensi penarikan pasukan Israel dari Gaza akan terjadi. Jadi mereka harus menerima perjanjian ini, perjanjian ini sangat maju, baik bagi rakyat Gaza, baik bagi rakyat Israel – dan mereka memang adil. perlu bergerak maju dalam hal itu."

Menurut Kirby, Presiden Biden ingin mempublikasikan proposal tersebut "untuk mencoba mendorong proses dan mengkatalisasi hasil yang berbeda.

"Dia menambahkan, “Ini bukan tentang menghalangi perdana menteri atau kabinet perang. Ini tentang memperlihatkan kepada publik seberapa baik dan seberapa setia dan tegas Israel dalam mengajukan proposal baru, bagaimana hal itu menunjukkan seberapa besar mereka benar-benar ingin menyelesaikan ini. Bahkan, ini adalah tentang memberikan tekanan publik pada Tuan Sinwar."

“Saya telah mendengar pernyataan berbeda yang keluar dari Israel,” kata Kirby.

“Menteri pertahanan Israel sendiri mengakui bahwa ini adalah usulan Israel, dan kami yakin bahwa hal ini mencerminkan secara akurat, sebuah usulan yang kami kerjakan dengan Israel. Saya tahu tidak ada celah untuk dibicarakan."

Kirby mengatakan dia tidak mempunyai kebebasan untuk menyampaikan usulan rasio tahanan dan sandera yang akan dibebaskan.

Pasukan Israel Bunuh Empat Sandera yang Ditawan Hamas di Gaza

Pasukan Pertahanan Israel pada hari Senin mengumumkan kematian empat sandera yang diculik pada tanggal 7 Oktober dan dibawa ke Gaza hidup-hidup. Tentara sedang memeriksa kemungkinan mereka terbunuh oleh tembakan pasukan Israel.

Keempatnya diidentifikasi sebagai Chaim Peri, 80; Yoram Metzger, 80; dan Amiram Cooper, 84 dari Nir Oz, serta Nadav Popplewell, 51, dari Nirim.

Kematian Popplewell diumumkan oleh Kibbutz Nirim pada Senin pagi.

Jenazah keempat orang tersebut ditahan oleh Hamas, dan tentara yakin mereka ditahan bersama di Gaza. IDF juga yakin bahwa mereka dibunuh di Khan Yunis beberapa bulan lalu.

Jumlah sandera yang dipastikan tewas kini mencapai 43 orang.

Pada bulan Desember, Hamas merilis video yang menunjukkan Peri, Metzger dan Cooper. Sebuah video Popplewell dirilis oleh Hamas pada bulan Mei.

Pada Senin malam, IDF mengatakan mereka dapat menentukan kematian keempatnya berdasarkan intelijen.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved