Gempa

Gempa M 5,8 Guncang Kobagma Papua Pegunungan, Berikut Keterangan BMKG

Gempa mengguncang Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan pada Jumat (7/6/2024).

|
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
KOMPAS.COM
Ilustrasi - Gempa mengguncang Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan pada Jumat (7/6/2024). 

Pusat gempa berada di 95 km timur laut Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan dengan kedalaman 45 Km.

SERAMBINEWS.COM - Gempa mengguncang Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Jumat (7/6/2024).

Dikutip Serambinews.com dari situs BMKG, gempa magnitudo 5,8 tersebut terjadi pada pukul 23.31 WIB malam.

Gempa tersebut terjadi pada titik koordinat 2,86 lintang selatan (LS) dan 139,37 bujur timur (BT).

Pusat gempa berada di 95 km timur laut Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan dengan kedalaman 45 Km.

Menurut keterangan BMKG, tidak berpotensi tsunami.

Hingga tulisan ini ditayangkan, BMKG belum merilis skala MMI dan wilayah mana saja yang terdampak gempa tersebut.

Baca juga: Kisah Azka, Bocah Selamat Terkubur Reruntuhan 3 Hari saat Gempa Cianjur, Berbekal Feeling Ayah

Baca juga: Kisah Dede Sumiati, Ibu Hamil 9 Bulan yang Meninggal dalam Reruntuhan Gempa Cianjur

Memahami arti Skala MMI

MMI merupakan singkatan dari Modified Mercalli Intensity.

Dikutip dari laman resmi BMKG, skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan  gempa bumi.

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo  gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk mengukur kekuatan  gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved