Kamis, 16 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

PBB Segera Masukkan Israel ke Daftar Hitam Pembantai Anak-anak

Keputusan PBB memasukkan entitas tersebut ke dalam “Daftar Hitam”, jika benar-benar diambil, akan berlaku selama 4 tahun

Editor: Faisal Zamzami
AP Photo/Hatem Ali
Para pelayat membawa jenazah anak kembar Palestina yang tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di Rafah, di Jalur Gaza selatan, Minggu, 3 Maret 2024 

Gunakan Segala Cara Untuk Menggagalkan

Laporan tersebut juga menyoroti pada “persiapan Israel" untuk menggagakan keputusan yang akan datang dari PBB tersebut.

Media itu, mengutip seorang pejabat Zionis yang mengatakan: “Kami melanjutkan upaya kami untuk mencegah entitas tersebut ditambahkan ke daftar negara-negara kulit hitam yang membunuh anak-anak, namun kemungkinan kesuksesan kita kecil.”

Saluran tersebut juga mengungkapkan "pertimbangan maraton di dalam entitas pendudukan dalam segala upaya untuk menggagalkan dikeluarkannya keputusan dramatis ini dalam beberapa hari, yang akan menyelesaikan masalah apakah entitas tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar hitam PBB mengenai negara-negara yang membunuh anak-anak."

Lansiran itu menambahkan, “Menurut perkiraan yang dikristalisasi dalam diskusi yang berlangsung dalam kerangka Dewan Keamanan Nasional dan tentara, PBB akan menyatakan, untuk pertama kalinya, kalau tentara Israel adalah organisasi yang merugikan dan membunuh anak-anak.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Tel Aviv telah mulai mempersiapkan dan merumuskan tanggapannya “kepada PBB sebagai persiapan untuk pengumuman yang akan datang.”

“Daftar Hitam” terutama berfokus pada negara yang terlibat dalam perekrutan anak-anak, eksploitasi seksual terhadap mereka, pembunuhan dan pencacatan terhadap mereka, penyerangan terhadap sekolah atau rumah sakit, dan pelanggaran lainnya.

Berbagai lembaga internasional hak asasi manusia Human Rights Watch, termasuk Human Rights Watch, sebelumnya telah mengkritik PBB atas apa yang dianggapnya sebagai “sengaja terus mengabaikan memasukkan entitas Israel ke dalam daftar hitam,” mengingat bahwa “mengeluarkan entitas tersebut dari daftar menyebabkan kerugian besar bagi anak-anak Palestina. .”

Meriangnya Israel mengenai pencantumannya dalam “Daftar Hitam” PBB terjadi pada saat tentaranya melakukan pembantaian baru di sekolah UNRWA yang menampung pengungsi di Nuseirat, yang mengakibatkan kematian lebih dari 60 warga sipil, sebagian besar mereka anak-anak dan wanita.

 

Baca juga: Pelajar di Kemang Tewas Dikeroyok, Pasangan Kekasih Terancam Hukuman Mati, Motif Asmara

Baca juga: AK Ibu Baju Oranye yang Cabuli Anak Kandung di Bekasi Ditetapkan Jadi Tersangka, Dua Kali Menjanda

Baca juga: VIDEO Israel Terancam GELAP GULITA, Kolombia Bakal Umumkan Pembatasan Ekspor Batu Bara ke Tel Aviv

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved