Konflik Amerika vs Iran
Trump Sebut Perang AS-Iran Hampir Selesai, Harapan Perdamaian Kian Terbuka
Menurutnya, perang yang berlangsung sejak akhir Februari itu kini sudah “hampir selesai” dan peluang menuju kesepakatan damai semakin terbuka.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump menyebut perang AS-Iran “hampir berakhir” dan peluang kesepakatan damai mulai terbuka.
- Trump mengklaim Iran ingin kembali berunding, namun situasi lapangan masih tegang dengan aktivitas militer kedua pihak.
- Ia membela serangan AS-Israel, meski International Atomic Energy Agency menyatakan tak ada bukti Iran kembangkan senjata nuklir.
SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia menilai konflik antara AS dan Iran kini sudah berada di fase akhir.
Pernyataan itu muncul saat situasi di Timur Tengah masih tegang. Namun di tengah kondisi tersebut, Trump justru menyebut tanda-tanda meredanya konflik mulai terlihat.
Menurutnya, perang yang berlangsung sejak akhir Februari itu kini sudah “hampir selesai” dan peluang menuju kesepakatan damai semakin terbuka.
Trump juga menyebut Iran ingin segera mengakhiri konflik dan kembali ke jalur diplomasi. Klaim ini memberi angin segar bagi dunia yang selama ini cemas terhadap dampak perang, terutama pada sektor ekonomi dan energi global.
Meski begitu, kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil. Aktivitas militer dan tekanan dari kedua belah pihak masih terus berlangsung.
Sejumlah pengamat menilai pernyataan Trump bisa jadi bagian dari sinyal diplomatik. Namun, ada juga yang melihatnya sebagai manuver politik di tengah dinamika global.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan kembali pandangannya.
“Saya rasa ini hampir berakhir,” katanya.
Baca juga: Sinyal Otsus Diperpanjang, Apresiasi atas Lobi dan Komunikasi Politik Mualem
"Maksud saya, saya menganggapnya sudah hampir selesai," tambahnya.
Ia juga menyebut Iran akan membutuhkan waktu lama untuk pulih dari dampak serangan yang terjadi.
Trump bahkan memperkirakan proses pemulihan itu bisa memakan waktu hingga 20 tahun akibat serangan dari AS dan Israel.
Selain itu, ia kembali membela keputusan militernya. Menurutnya, langkah tersebut mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya rasa mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujarnya.
Di sisi lain, badan pengawas nuklir dunia, International Atomic Energy Agency, sebelumnya menyatakan tidak ada bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
Baca juga: Ketahuan Rekam Orang Mandi, Seorang Warga Banda Aceh Dicambuk 17 Kali
AS-Iran bersiap perundingan kedua
| Diblokade Armada Perang AS, Kapal Tanker China Putar Haluan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Blokade AS di Selat Hormuz Disebut Lebih Menekan China dan India, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| Blokade Pelabuhan Iran, Militer AS Terjunkan 10.000 Pasukan, Puluhan Kapal Perang & Pesawat militer |
|
|---|
| Trump Bocorkan Rencana Perundingan Damai AS–Iran Putaran Kedua |
|
|---|
| Situasi Memanas di Selat Hormuz: Iran Kerahkan Pasukan Elit Perkuat Pertahanan Pesisir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PERANG-IRAN-AS-Perundingan-damai-antara-Amerika-Serikat-dan-Iran-di-Islamabad.jpg)