Berita Pidie

Guru Besar UIN Sebut Integritas Orang Aceh Dulu Pantang Menyerah dan Mengutamakan Kepentingan Umum

Guru Besar UIN Singgung Integritas Orang Aceh Dulu, Pantang Menyerah dan Mengutamakan Kepentingan Umum

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA menyampaikan tausiah agama di Masjid Istiqamah Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (8/6/2024) subuh. 

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Guru besar Universitas Islam Negeri UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Tgk H Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA secara gamblang menyinggung sikap komitmen atau integritas orang Aceh saat mengisi tausiah agama yang diselenggarakan oleh Suluh Fajar Baraqah Dewan Dakwah Islam (DDI) di Masjid Istiqamah Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (8/6/2024). 

Dalam tausiah selama 1 jam, Prof Hasanuddin menyampaikan sikap integritas orang Aceh selain pantang menyerah dalam memperjuangkan agama dan kebajikan bagi negara, juga tidak mudah termakan bujukan dengan rayuan iming-iming harta, tahta, dan wanita untuk pribadi.

Sebagaimana sikap Cut Nyak Dhien saat dibujuk oleh utusan Belanda Pang Laot agar turun dan bergabung dengan penjajah Belanda mengingat segala perbekalan hidup telah tiada.

"Namun sang Cut Nyak Dhien menyebutkan bahwa masih ada Iman atau Allah SWT dalam dada," ujarnya.

Demikian juga halanya dengan sikap pejuang Aceh Tgk Muhammad Daud Beureueh yang dibujuk agar turun gunung untuk bergabung dengan penjajahan Belanda dengan diimingi atau diberikan fasilitas rumah mewah.

Namun beliau juga menolak dengan menawarkan agar 300 pengikut setianya juga diberikan rumah yang sama sebab dirinya telah ada rumah di Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Jadi sosok pemimpin yang lebih mengutamakan untuk kepentingan umum adalah ciri dan wataknya atau integritasnya orang Aceh tempo doeloe. Kini sikap demikian telah tergerus secara masif.

Banyak pemimpin yang bercokol di depan publik lebih banyak mementingkan pribadinya serta kelompok ketimbang masyarakat umum. Sehingga dengan mudah terbujuk iming-iming rayuan para 'Penjajah'.

Sedikit 'berkiblat' pada suksesi Keluarga Besar (KB) Pelajar Islam Indonesia (PII) selain  tak pernah merebut jabatan dengan menghalalkan segala cara. Termasuk tueba atau meracuni lawan politik.

Maka PII  hadir dengan semangat kekeluargaan dalam menghayomi syiar agama bagi para generasi muda Islam yang senantiasa menyebarkan dakwah Islam dengan teguh menjaga integritas tinggi.

Baca juga: Munir Muhammad Pimpin KB PII Pidie, Amin Affan Jadi Ketua Dewan Penasehat 

Terlebih bagi generasi Islam di Aceh yang kental dengan agama Islam serta kultur budaya yang melekat dengan nuasa Dinul Islam.

Sebagai masyarakat yang kental dengan Islam maka orang Aceh dalam 'Hadits Maja' kerap menuturkan petuah agama dengan ragam bahasa yang memberikan edukasi.

Karena Aceh merupakan Bangsa lima besar dunia yang menguasai beragam kelebihan dengan indentitas Islam yang kental serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas tinggi.

Seiring perjalanan masa Aceh menjadi pasang surut dikarenakan generasi muda Aceh mulai surut dalam menjalankan tuntunan Agama.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved