Minggu, 12 April 2026

Perang Gaza

Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Tawanan yang Masih Hidup di Gaza

Orang yang berkuasa atau bertanggung jawab atas hal ini adalah pendudukan (Israel). Jika Anda menolak pendudukan, (mereka) akan membunuh Anda, jika An

Editor: Ansari Hasyim
FADEL SENNA/AFP
Pemimpin gerakan Islam Palestina Hamas, Osama Hamdan memberikan pidato pada pertemuan tahunan kelima gerakan Unifikasi dan Reformasi Maroko (dikenal sebagai Attawhid Wal'Islah dalam bahasa Arab dan MUR dalam bahasa Prancis) pada tanggal 9 Agustus 2014 di teater Mohammed V di ibu kota Rabat. 

SERAMBINEWS.COM - Juru bicara Hamas dan anggota biro politik Osama Hamdan mengatakan bahwa tidak ada yang tahu berapa banyak tawanan di Gaza yang masih hidup, dalam komentar yang dibuat sebagai bagian dari wawancara luas dengan jaringan televisi AS.

Ketika ditanya apakah Hamas menyesal melakukan serangan di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober mengingat perang yang terjadi setelahnya, Hamdan membenarkan serangan terhadap Israel sebagai reaksi terhadap pendudukan.

“Orang yang berkuasa atau bertanggung jawab atas hal ini adalah pendudukan (Israel). Jika Anda menolak pendudukan, (mereka) akan membunuh Anda, jika Anda tidak melawan pendudukan, (mereka) juga akan membunuh Anda dan mendeportasi Anda ke luar negara Anda. Jadi apa yang harus kami lakukan, menunggu saja?” katanya kepada CNN di ibu kota Lebanon, Beirut.

Baca juga: VIDEO - Rudal Antitank Hizbullah Hantam Kendaraan Militer Israel, Ketapel Kuno Bakar Lahan Lebanon

Hamdan juga menekankan perlunya AS meyakinkan pemerintah Israel agar menyetujui penghentian permanen pertempuran di Gaza.

“Israel menginginkan gencatan senjata hanya untuk enam minggu, dan kemudian mereka ingin kembali berperang, yang menurut saya, Amerika, sampai saat ini, mereka tidak meyakinkan Israel untuk menerima (gencatan senjata permanen),” katanya.

VIDEO - Rudal Antitank Hizbullah Hantam Kendaraan Militer Israel, Ketapel Kuno Bakar Lahan di Lebanon

Serangan rudal antitank melukai dua tentara Israel di utara.

Militer Israel mengatakan keduanya dievakuasi setelah terluka dalam serangan rudal antitank di utara negara itu.

Salah satu tentara terluka sedang dan satu lainnya luka ringan, kata militer dalam sebuah unggahan di media sosial.

Hizbullah di Lebanon juga membagikan klip video sebelumnya pada hari Jumat yang dikatakan menunjukkan sebuah kendaraan Israel terkena rudal di daerah Yiftah di Israel utara.

Belum diketahui apakah serangan rudal Hizbullah sama dengan yang dilaporkan militer Israel.


Sementara itu, rekaman lain menunjukkan pasukan Israel menggunakan ketapel trebuchet bergaya abad pertengahan di perbatasan Lebanon.

Rekaman yang dibagikan oleh jurnalis di Al Jazeera Arab dan diautentikasi oleh unit verifikasi Sanad menunjukkan pasukan Israel menggunakan ketapel trebuchet bergaya abad pertengahan di perbatasan dengan Lebanon selatan.

Trebuchet, senjata yang terbuat dari kayu dengan lengan panjang yang melontarkan proyektil, terlihat melemparkan bola api melewati tembok perbatasan yang dibentengi ke Lebanon selatan, di mana pertempuran sengit sedang berlangsung dengan kelompok bersenjata Hizbullah.

Seorang tentara Israel dengan busur juga terlihat menembakkan anak panah yang terbakar melintasi tembok perbatasan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved