Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Wisatawan Berburu Durian di Gunung Pandan

Daya tarik yang memikat pengunjung tentunya menikmati durian di atas batu sungai. Ini pengalaman yang sangat menarik. MUHAMMAD FARIJ

Tayang:
Editor: mufti
Dok Disparpora
Kadis Parpora Aceh Tamiang, Muhammad Farij bersama komunitas pecinta alam di lokasi camping ground Gunung Pandan. 

Daya tarik yang memikat pengunjung tentunya menikmati durian di atas batu sungai. Ini pengalaman yang sangat menarik. MUHAMMAD FARIJ, Kadisparpora Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Wisatawan lokal semakin ramai mengunjungi objek wisata pemandian alam Gunung Pandan untuk berburu durian. Selain bisa didapat dengan harga murah, pengunjung bisa menikmati buah berduri ini di atas batu sungai sembari menikmati keindahan alam.

Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tamiang, Muhammad Farij mengakui, tanaman durian di Kampung Selamat menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan. Kampung Selamat yang berada di Kecamatan Teenggulun merupakan salah satu daerah penghasil durian di Aceh Tamiang.

Kualitas durian di sini terbilang unggul dan sempat diusulkan sebagai varietas asli Tamiang. “Musim durian kali ini bertepatan dengan musim liburan sekolah, sehingga ini berdampak pada angka kunjungan,” kata Farij.

Farij melihat pengunjung umumnya khusus datang untuk mencicipi durian asli Kampung Selamaat. Buah ini pun sangat mudah ditemukan karena warga lokal menjajakannya di pinggir jalan menuju objek wisata pemandian Gunung Pandan.

“Daya tarik yang memikat pengunjung tentunya menikmati durian di atas batu sungai. Ini pengalaman yang sangat menarik,” ungkapnya.

Ketua Pokdarwis Gunung Pandan, Rizan mengungkapkan, musim durian di kampung mereka baru memasuki dua pekan. Diprediksi puncak panen durian terjadi sebulan kemudian.

“Satu  bulan ke depan jumlah buah akan semakin banyak karena kemungkinan memasuki puncak panen. Sensasi wisata berburu durian akan betul-betul terjadi,” kata Rizan.

Rizan mengatakan, penjualan durian sepenuhnya dikelola masing-masing individu masyarakat atau pemilik kebun langsung. Namun Pokdarwis bisa membantu pengunjung untuk mendapatkan durian sesuai kebutuhan.

“Harga tergantung pedagang, karena mereka pemilik kebun langsung, Pokdarwis hanya bisa membantu membawakan duriannya,” kata Rizan.

Dari penelusuran di beberapa titik pedagang, durian ini dijual bervariasi dan umumnya seharga Rp 50 ribu per buah. Sebagian besar durian yang ditawarkan ke pengunjung masih berada di dalam keranjang sepeda motor yang baru turun dari ladang. “Mereka tawarkan dulu di sini, sisanya baru dilepas ke agen untuk dijual ke kota,” kata warga. (mad)

Tingkatkan Keamanan Pengunjung

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Pandan meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan sebagai antisipasi melonjaknya angka kunjungan. Prediksi lonjakan ini dipicu dua hal, liburan sekolah dan memasuki musim durian di objek wisata pemandian alam itu.

Ketua Pokdarwis Gunung Pandan, Rizan menyampaikan level pengawasan ini ditingkatkan atas imbauan dari pemerintah daerah. Pokdarwis ditekankan memberikan pelayanan sekaligus menjamin keselamatam pengunjung selama berada di lokasi wisata. "Kami terus berkoodinasi dengam berbagai pihak agar keselamatan pengunjung lebih terjaga," kata Rizan.

Di sisi lain Rizan mengingatkan pengunjung tidak mengabaikan informasi dan imbauan yang dipasang di sejumlah titik.  "Sejak awal sudah ada papan informasi di beberapa titik, kami berharap ini tidak diabaikan," kata Rizan.(mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved