Jumat, 24 April 2026

Berita Pidie

Konsorsium Bawang Merah Aceh Targetkan Area Tanam 1.000 Ha, 2 Titik Lokasi

"Ini merupakan pengembangan komuditi bawang untuk ketiga kalinya dengan satu target menekan angka inflasi pasar," ujarnya.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Pj Bupati Pidie, Ir H Wahyudi Adisiswanto MSi (tengah) bersama aketua Konsorsium Bawang Merah Aceh, Zakaria A Gani melakukan panen bawang merah pada hamparan lahan di Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Pidie pada 21 Agustus 2022. 

"Ini merupakan pengembangan komuditi bawang untuk ketiga kalinya dengan satu target menekan angka inflasi pasar," ujarnya.

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Konsorsium Bawang Merah Aceh kembali melakukan program pengembangan lahan bawang merah di dua kabupaten, Pidie dan Pidie Jaya (Pijay) hingga akhir 2024.

"Kami menargetkan hingga 1.000 Ha di kedua kabupaten Pidie dan Pijay," sebut ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh Ir H Zakaria A Gani kepada Serambinews.com, Kamis (27/6/2024).

Dijelaskan juga, guna menunjang perihal tersebut, pihak Konsorsium mendorong pihak bank, baik Bank Aceh Syariah (BAS) serta Bank Syariah Indonesia (BSI) berkontribusi dalam realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan mengedepankan permodalan bagi para petani.

Selain itu juga, dalam pencapaian misi pengembangan bawang merah tersebut, pihaknya menggandeng tim tekhnologi dari pihak Universitas Syiah Kuala (USK) lewat para Profesor Berkarya.

"Ini merupakan pengembangan komuditi bawang untuk ketiga kalinya dengan satu target menekan angka inflasi pasar," ujarnya.

Tak hanya itu saja, pada program kali ini pihaknya melakukan langkah tepat dalam pemasaran hasil produksi petani lokal ke mancanegara lewat aplikasi digital perdagangan elektronik atau e-commerce.

Termasuk juga produk unggulan kali ini dilakukan dengan produk bawang goreng kemasan berkualitas guna dipasok keluar daerah atau mancanegara.

Hal ini seiring dengan memasuki masa panen bawang merah di Kabupaten Pidie yang kini sedang dimulai.

Seperti halnya, di kawasan Kecamatan Simpang Tiga pada Januari hingga Juni serta berlanjut penanaman pada periode Juni dan Juli di Kecamatan Peukan Baro serta Batee.

Umumnya para petani melakukan penanaman pada hamparan 500 Ha yang dilakukan pada musim tanam Januari hingga Juni dengan kisaran harga hasil panen Rp 50.000/Kg sampai Rp 60.000/Kg.

Selanjutnya berjalan periode musim tanam Juni hingga Desember 2024 dengan estimasi harga rata-rata Rp 25.009/Kg hingga Rp 35.000/Kg.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved