Berita Pidie
TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima Pidie, Akan Mudahkan Warga Angkut Hasil Panen
Keberadaan serana tersebut menjadi mobilitas baru bagi dalam mengangkut hasil tani di Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- TNI membangun jembatan aramco sepanjang 13 meter dan lebar 4 meter di Kecamatan Delima, Pidie. Jembatan ini dilengkapi tiga plat konstruksi utama sebagai penyangga beban.
- Jembatan baru ini mempermudah mobilitas hasil tani antara Gampong Buloh dan Gampong Dayah Reubee. Warga menyebut pembangunan ini sebagai solusi atas hambatan transportasi pascabanjir, sehingga akses ekonomi dan sosial lebih lancar.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Prajurit TNI mulai membangun jembatan aramco di Kecamatan Delima, Pidie.
Jembatan yang panjangnya 13 meter dan lebar 4 meter, ternyata dilengkapi tiga lubang olo atau plat konstruksi utama.
Plat tersebut berfungsi sebagai penyangga beban dari atas.
Keberadaan serana tersebut menjadi mobilitas baru bagi dalam mengangkut hasil tani di Gampong Buloh dengan Gampong Dayah Reubee, Kecamatan Delima.
Baca juga: VIDEO - TNI Kodim 0117 Aceh Tamiang Rampungkan Jembatan Aramco
"Pembangunan jembatan itu, sebagai titik ketiga pembangunan jembatan sama di Pidie. Tentunya pembangunan itu untuk merespon pemerintah terhadap rusaknya infrastruktur pedesaan akibat banjir," kata Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, kepada Serambinews.com, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya TNI telah merealisasikan pembangunan jembatan di Kecamatan Geumpang dan Kecamatan Trenggadeng, Pidie Jaya.
Saat ini, pembangunan jembatan di Kecamatan Delima sebagai wujud perhatian Presiden RI dan Pemerintah Pusat, guna meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Aramco di Pidie Jaya Capai 80 Persen, TNI Dibantu Warga Pacu Pekerjaannya
Dansatgas Pembangunan Jembatan, Kapten Czi Abdul Haris menyebutkan, jembatan yang dibangun di Kecamatan Delima memiliki spesifikasi.
Antara lain panjang jembatan itu 13 meter dan lebar empat meter.
Selain itu, konstruksinya dilengkapi tiga lubang olo atau plat konstruksi utama. Plat tersebut berfungsi sebagai penyangga beban.
“Pengerjaan proyek ini mengedepankan sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, pembangunan diharapkan bisa rampung lebih cepat, agar segera bisa dinikmati manfaatnya,” tegasnya.
Sampaikan Terima Kasih
Usman (56) warga Gampong Buloh Reubee mengungkapkan, jembatan itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan solusi atas hambatan transportasi yang dialami masyarakat bertahun-tahun.
Terutama pascabencana banjir, ketika bergulir musim penghujan.
Baca juga: HUT Banda Aceh Meriah, Wali Kota Beberkan Sejumlah Capaian
"Kami sangat bersyukur. Selama ini sulit melintas jika lagi banjir. Terima kasih Bapak Presiden dan TNI AD. Dengan adaya jembatan ini, kami mengangkut hasil panen lebih cepat dan mudah," kata Usman didampingi sejumlah warga.
Baca juga: Mutasi di Pidie, Bupati Sarjani Lantik 88 Pejabat
Untuk diketahui, pembangunan strategis di bawah wilayah teritorial Kodim 0102/Pidie, yang diawali dengan prosesi peletakan batu pertama dan tradisi peusijuek.
Ritual adat Aceh itu dilakukan sebagai bentuk doa, agar pembangunan berjalan lancar hingga membawa berkah bagi seluruh masyarakat.(*)
| Pasar Grong-Grong Dipenuhi Sampah Hingga Drainase Tersumbat, Warga Keluhkan Bau |
|
|---|
| Rp 25 Miliar APBG Diplotkan untuk Beli Sepmor Keuchik, Begini Penjelasan DPMG Pidie |
|
|---|
| Kuah Beulangong Semarakkan Penyembelihan 2 Ekor Sapi Kurban di Meunasah Gampong |
|
|---|
| Hari Kedua Idul Adha, Kakanwil Ditjenpas Aceh Sidak Lapas dan Rutan di Sigli |
|
|---|
| Bupati Sarjani Sembelih Secara Simbolis Hewan Kurban, PHBI Pidie Salur 23 Ekor Sapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JEMBATAN-ARAMCO-PIDIE-2026.jpg)