Berita Banda Aceh
Tiga Kampus Aceh Teken Kerjasama dengan Kampus Rusia, Berlangsung di Kota Kazan
Selain itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan, bahwa kerjasama dengan kampus-kampus negeri di Republik Tatarstan, menjadi indikasi ada kesamaan sejarah
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Selain itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan, bahwa kerjasama dengan kampus-kampus negeri di Republik Tatarstan, menjadi indikasi ada kesamaan sejarah dan politik antara Aceh dan Republik Tatarstan.
Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, KAZAN - Tiga Perguruan Tinggi Aceh resmi menjalin hubungan kerjasama dengan Kazan State Power Engineering University (KSPEU), yang merupakan universitas milik Republik Tatarstan, negara bagian dari Federasi Rusia.
Legalitas kerjasama tersebut ditandatangani oleh Rektor KSPEU, Edvard Abdullazyanov dengan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Dr Ir Marwan, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Prof Dr Herman Fithra ST MT IPM Asean Eng dan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Prof Dr Ishak MSi.
Penandatanganan itu disaksikan oleh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar, yang itu berlangsung di KSPEU, Kota Kazan, Rabu (26/6/2024).
Kerjasama itu sudah dijajaki sejak 2022.
“MoU ini menjadi bagian penting membangun kegiatan kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dan dosen, program beasiswa, dan transfer pengetahuan dan teknologi,” kata Wali Nanggroe.
Selain itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan, bahwa kerjasama dengan kampus-kampus negeri di Republik Tatarstan, menjadi indikasi ada kesamaan sejarah dan politik antara Aceh dan Republik Tatarstan.
Baca juga: 2347 Peserta Jalur Mandiri Tahun 2024 Ujian di USK
Untuk diketahui, Republik Tatarstan adalah salah satu wilayah otonomi di Rusia yang diberikan kewenangan penuh dalam melakukan pengelolaan pemerintahannya.
Kazan merupakan kota ketiga terbesar di seluruh Federasi Rusia, setelah Moscow dan St Petersburg.
“Aceh bisa belajar bagaimana melakukan pengelolaan otonomi khusus secara baik, termasuk membangun kerja sama pendidikan dengan kampus luar negeri,” tambah Wali Nanggroe.
Sementara itu, Rektor KSPEU, Edvard Abdullazyanov menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Wali Nanggroe, beserta pimpinan universitas di Aceh yang telah berinisiatif membangun kerjasama dengan pihaknya.
“Inisiatif yang telah dilakukan oleh Wali Nanggroe Aceh sejak 2022 telah mulai memiliki hasil seperti saat ini,” kata Edvard.
Dalam sambutan resminya, Edvard menjelaskan, bahwa di Republik Tartastan,agama Islam, Yahudi, dan Kristen Ortodoks tumbuh bersamaan dan hidup berdampingan selama ratusan tahun.
Katanya, semangat toleransi itu dihidupkan di kampus yang didirikan di era perang dingin pada 1968.
| Gelombang Kelvin dan MJO Masih Aktif, Sejumlah Daerah di Aceh Berpotensi Hujan Deras |
|
|---|
| Aneka Dagangan Siswi SMK Laris Manis di Car Free Day Banda Aceh |
|
|---|
| BPSDM Aceh Buka Pendaftaran Pelatihan Bahasa untuk Persiapan Studi Luar Negeri |
|
|---|
| Peluncuran InnoFood di Jakarta, Mualem Dorong Petani Berinovasi |
|
|---|
| Pemuda Muhammadiyah Desak KKP Tanggapi Permintaan Mualem soal Pengerukan Kuala di Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rektor-USK-Prof-Dr-Ir-Marwan-bertukar-cinderamata-dengan-Rektor-KSPEU.jpg)