Jumat, 10 April 2026

Bahaya Judi Online

Dosen STAIN Meulaboh Ingatkan Mahasiswa Terhadap Ancaman Bahaya Judi Online

Dr Mukhsinuddin juga menyoroti upaya pemberantasan judi online yang semakin intensif sejak dibentuknya Satuan Tugas...

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Foto For Serambi
Dosen STAIN Teuku Dirundeng Meulaboh, Dr Mukhsinuddin. Dosen STAIN Meulaboh Ingatkan Mahasiswa Terhadap Ancaman Bahaya Judi Online. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Dalam upaya mempertahankan nilai-nilai luhur dan kehidupan berdasarkan tatanan norma masyarakat Islam, pihak kampus mengingatkan bahaya praktek judi online yang memiliki potensi merusak moralitas dan dapat berdampak negatif terhadap prestasi akademis mahasiswa.

Dosen dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teuku Dirundeng Meulaboh, Dr Mukhsinuddin kepada Serambinews.com, Selasa (2/7/2024) mengingatkan para mahasiswa di Aceh Barat untuk menjauhi praktek judi online tersebut.

"Kita harus menghindari aktivitas yang melanggar aturan ini, karena dapat berdampak buruk tidak hanya pada individu tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Dr Mukhsinuddin juga menyoroti upaya pemberantasan judi online yang semakin intensif sejak dibentuknya Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring oleh Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2024.

Menurutnya, keberadaan judi online bukan hanya mengancam moralitas, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat serta prestasi akademis para mahasiswa.

"Dalam konteks akademis, praktik judi online dapat mempengaruhi nilai dan moral mahasiswa, bahkan dapat mengancam keberlangsungan beasiswa seperti Beasiswa KIP," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya penegak hukum di daerah, termasuk Dandim dan Kapolres Aceh Barat, yang secara aktif terlibat dalam pemberantasan judi online di lapangan. Ia menegaskan perlunya sinergi dari semua elemen masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini.

"Kita perlu bersama-sama menjaga ketertiban dan moralitas masyarakat, terutama di lingkungan kampus," tambahnya.

Dr Mukhsinuddin juga menyampaikan harapannya bahwa akademisi kampus dapat terus mempertahankan nilai-nilai luhur budaya dan moralitas sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia, khususnya di daerah Aceh Barat yang mayoritas penduduknya menganut syariat Islam.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved