Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Timur

Harga Bahan Baku Pembuatan Bata Merah Melambung, Nilai Jual Murah

Akibat dari bahan pembuatan yang melambung tinggi para penjual terpaksa menaikkan harga saat pemasaran.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/Maulidi Alfata
Dapur pembuatan bata merah di Gampong Blang Gluem, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Kamis (4/7/2024). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Pengrajin batu merah dari tanah liat menghadapi tantangan besar, pasalnya harga bahan untuk pembuatan bata merah semakin melambung tinggi, Kamis (4/7/2024).

Sanusi salah satu pengrajin bata merah di Dusun Alue Dua, Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, menerangkan sejak memasuki 2024 nahan pokok untuk pembuatan bata merah semakin mahal.

"Dulunya kayu untuk bahan bakar pembuatan bata merah satu mobil Chevrolet 150.000 ribu rupiah, sekarang 260.000 ribu," ujarnya.

Tak hanya itu bahan pembuatan lainnya seperti tanah liat satu mobil dum truck dulunya seharga 100.000 namun saat ini harga semakin tinggi yakni 150.000 ribu rupiah.

Baca juga: Semester Pertama 2024, Penerimaan Pajak atas Kendaraan Bermotor di Banda Aceh Naik Rp 21,47 M

Akibat dari bahan pembuatan yang melambung tinggi para penjual terpaksa menaikkan harga saat pemasaran.

Namun hal itu tidak berjalan mulus, persaingan bisnis kerap terjadi, para pedagang akan mematok harga yang murah agar produksi bata mereka laku di pasaran.

"Ini yang membuat kita semua harus menurunkan harga, masalahnya ada pengrajin bata yang mempunyai bukit atau kebun sendiri jadi untuk bahan pembuatan mereka tidak usah beli, sementara kami bahan pokok itu harus kami beli ketika harga kita naikkan harga bata ditempat kita gak laku, sehingga kita rugi," ungkapnya.

Bata tanah liat yang dibuat secara tradisional dijual dengan harga Rp.450 perbatangnya sementara bata pres dengan menggunakan mesin cetak dijual Rp.400 perbatangnya.

"Banyak pengrajin merugi akibat bahan baku until. pembuatannya semakin mahal," papar Sanusi.

Dirinya berharap bisa mendapati bahan baku yang lebih murah untuk keberlanjutan produksi baru bata ditempatnya. 

"Saya berharap ada bahan baku yang lebih murah, dengan begitu kami bisa memasarkan dengan harga terjangkau," tuturnya. 

Untuk diketahui bata merah adalah material bangunan yang terbuat dari tanah liat. Bahan dasar untuk membuat batu bata merah adalah tanah liat atau lempung.

Selain tanah liat, ada juga bahan campuran seperti pasir, abu, kapur, sekam, atau serbuk gergaji yang digunakan dalam pembuatan batu bata merah.

Komposisi yang tepat antara bahan baku dan campuran akan menghasilkan batu bata merah berkualitas terbaik.

Umumnya, batu bata merah terbuat dari campuran tanah liat dan pasir dengan tambahan air untuk membentuk adonan yang selanjutnya dicetak dan dibakar.

Tanah liat berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kestabilan pada batu bata, sedangkan pasir bertindak sebagai bahan pengisi untuk meningkatkan tekstur dan kekuatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved