Berita Banda Aceh
Terkait Maraknya Kasus ‘Open BO’ Gaya Hidup Anak Harus Diawasi
Semua bergerak, pemerintah, ulama, adat bergerak dan keluarga bertindak, maka insya Allah sangat mudah. TGK M MASRUL AIDI
"Semua bergerak, pemerintah, ulama, adat bergerak dan keluarga bertindak, maka insya Allah sangat mudah.” TGK M MASRUL AIDI, Pengasuh Pondok Pesantren Babul Maghfirah Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengasuh Pondok Pesantren Babul Maghfirah Aceh Besar, Ustaz Tgk M Masrul Aidi Lc, mengatakan, akar masalah maraknya kasus 'open BO' (prostitusi) disebabkan oleh gaya hidup yang tinggi serta bermasalahnya akhlak.
Hal itu disampaikannya dalam program Serambi Spotlight dipandu News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Senin (8/7/2024).
Menurutnya, gaya hidup anak-anak perlu diawasi dan orang tua mesti mengajarkan mereka tampil sederhana sejak dalam ruang lingkup keluarga. Sebab, bila mengedepankan hedon dan ingin tampil eksis, sementara berasal dari keluarga yang prasejahtera, potensi tergiur pekerjaan haram seperti prostitusi menjadi sangat tinggi.
Terlebih bila akhlak sudah rusak akibat pacaran dan pergaulan bebas, kemudian sudah terlanjur melakukan seks di luar nikah. "Kalau pada si fulan saja yang hanya tawarkan minuman, saya sudah bisa serahkan keperawanan, kenapa saya tidak tawarkan ke bapak fulan yang bisa kasih HP. Nauzubillah ini mentalitas akhlak," ungkap Ustaz Masrul.
Dia menekankan, hal terpenting yang semestinya ditingkatkan bukanlah eksistensi di masyarakat melalui penampilan hedon, melainkan dengan meningkatkan kualitas diri, kemampuan berkomunikasi serta akhlak yang baik.
Pengasuh salah satu Ponpes terbesar di Aceh Besar ini juga mengingatkan kenapa Nabi SAW memotivasi anak-anak muda yang sudah mampu berkeluarga agar segera menikah. Jika belum siap secara ekonomi, maka solusi memecah syahwatnya dengan memperbanyak puasa. "Syahwat ini sudah naluriah, salurkan secara agama," jelas Ustaz Masrul.
Sementara bagi yang sudah berkeluarga, perbanyak interaksi dan menciptakan momen-momen romantis antara suami istri. Berusaha selalu meluangkan waktu untuk hal-hal sederhana seperti makan malam bersama, jalan-jalan dan segala hal yang sifatnya memperkuat hubungan antara keduanya.
Bila hal-hal seperti ini dijaga, maka keinginan untuk memakai jasa prostitusi pun bisa ditekan seminimal. "Ketika interaksi suami istri sangat baik, maka insya Allah peluang untuk terjadinya open BO ini menurun drastis," kata Ustaz Masrul.
Di akhir bincang-bincang, dia menyarankan agar para guru-guru, pendakwah lebih banyak menyentuh soal akhlak. Karena bila akhlak sudah baik, perbuatan-perbuatan yang dilarang agama akan terhindar dengan sendirinya, termasuk terhindar dari jebakan prostitusi. "Semua bergerak, pemerintah, ulama, adat bergerak dan keluarga bertindak, maka insya Allah sangat mudah. Jangan melempar kesalahan dan jangan tunggu PON," tambahnya.(rn)
Berita Banda Aceh
Terkait Maraknya Kasus Open BO
kasus open BO
Gaya Hidup Anak Harus Diawasi
TGK M MASRUL AIDI
| Baitul Mal Sebut Pemanfaatan Wakaf di Aceh Belum Optimal, Ini Alasannya |
|
|---|
| Ramza Harli Minta Perumda Tirta Daroy Tingkatkan Profit untuk PAD Kota |
|
|---|
| Hadiri Entry Meeting BPK RI, Mualem Dukung Penuh Audit LKPD 2025 |
|
|---|
| Cak Imin Resmi Kukuhkan Pengurus DPW PKB Aceh |
|
|---|
| Polresta Banda Aceh Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas saat Arus Balik-Libur Lebaran, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ustaz-Masrul-Aidi-Jelaskan-Ini-Akar-Masalah-Open-BO.jpg)