Berita Pidie Jaya
Pejabat Pidie Jaya Ikut Diklat Kepemimpinan Administrator, Pj Bupati Tekankan 6 Aksi Perubahan Ini
Peluncuran ini berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya, Kamis (11/7/2024).
Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
Peluncuran ini berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya, Kamis (11/7/2024).
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Penjabat atau Pj Bupati Pidie Jaya (Pijay), Ir Jailani Beuramat, meluncurkan Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I tahun 2024.
Peluncuran ini berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya, Kamis (11/7/2024).
Kegiatan ini diikuti enam peserta utama dari unsur Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
Tujuan kegiatan ini untuk pengembangan inovasi daerah dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Pidie Jaya, Bahron Bakti ST MT serta sejumlah pejabat dalam lingkungan Pemkab setempat.
Sekda Bahron Bakti juga tampil sebagai pemateri dalam Diklat ini, di samping Coach Yasniva SPd MSi, serta mentor Orizal Safitri ST MT.
Baca juga: Wujudkan Balita Sehat, Bhabinkamtibmas Dampingi Pelaksanaan Posyandu di Desa Binaan
Pj Bupati Pidie Jaya, Ir H Jailani Beuramat, mengatakan ragam inovasi daerah dari masing-masing SKPK adalah bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.
Tujuannya untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemkab melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.
Menurut Mantan Sekda Pijay itu, pemerintah telah melahirkan berbagai regulasi sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi.
Salah satunya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Pasal 386 s.d. 389) yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.
Maka, berdasarkan kriterianya, Inovasi Daerah mengandung pembaharuan seluruh atau sebagai unsur dari inovasi, memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat dengan tidak mengakibatkan pembebanan pada masyarakat.
Jailani menambahkan dalam Diklat PKA ini ada enam aksi perubahan yang patut ditekankan, yaitu
Sistem Layanan Informasi Daerah Irigasi (SI_LAN_DI) dan Sistem Informasi Jalan Berlubang (SILUBANG) oleh Dinas PU.
Baca juga: Jadi Sorotan, Geni Faruk Ungkap Alasan Bawa Thariq Halilintar Ibadah Haji saat Baru Usia 2 Bulan
Selanjutnya Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK),
Optimalisasi Pengendalian Gratifikasi Gampong dan Sekolah (PEGAH) di Lingkungan Pemkab oleh Inspektorat.
Kemudian Formulasi Pengukuran Indikator Kinerja Pembangunan (PENGUNGKIT) oleh Bappeda dan
Sistem Pelayanan Online Kecamatan Meurah Dua (SIAPELMADU) oleh Sekretariat Kecamatan Meurah Dua.
"Saya optimis enam inovasi ini akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di Pidie Jaya," ungkapnya. (*)
| Bupati Sibral Malasyi Ultimatum ASN Pidie Jaya |
|
|---|
| 4 Kali Banjir Berulang Terjang 18 Gampong di Pidie Jaya, Pemerintah Pusat Percepat Rehab Rekon |
|
|---|
| Dayah Jeumala Amal Wisuda 588 Lulusan MTs dan MA |
|
|---|
| Ratusan Korban Rumah Rusak Sedang di Pijay Terima Buku Tabungan, Diserahkan Bupati |
|
|---|
| Balita di Pijay Didera Hidrosefalus Sejak Lahir, Polsek Bandar Baru Salurkan Bantuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Diklat-PKA-di-Pijay.jpg)