Breaking News

Berita Kutaraja

Alumni Dayah Tekankan Calon Pemimpin di Aceh Perlu Memiliki Visi Syariat Islam

"Sejauh ini belum terlihat visi besar menyukseskan penerapan syariat Islam di Aceh oleh umumnya para bakal calon pemimpin di Aceh," katanya.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr Teuku Zulkhairi, MA 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bakal calon pemimpin di Aceh yang sudah muncul saat ini dianggap belum terlalu menonjolkan visi menyukseskan implementasi syariat Islam dalam semua dimensi kehidupan masyarakat Aceh.

Padahal, implementasi syariat Islam di Aceh bukanlah sesuatu yang diperoleh secara gratis sebagai Bangsa Aceh.

Izin pelaksanaan syariat Islam di Aceh adalah hasil perjuangan panjang dan melelahkan para endatu bangsa Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjend Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah (DPP ISAD), Dr Teuku Zulkhairi melalui siaran pers, Minggu (14/7/2024).

"Sejauh ini belum terlihat visi besar menyukseskan penerapan syariat Islam di Aceh oleh umumnya para bakal calon pemimpin di Aceh," katanya.

"Mungkin bukan tidak ada visi ke arah tersebut, tapi  belum nampak serius dari yang seharusnya lebih serius," ujar Teuku Zulkhairi.

Teuku Zulkhairi mengingatkan, bahwa syariat Islam di Aceh adalah pertaruhan yang harus disukseskan.

Bahwa syariat Islam adalah jalan menuju kejayaan dan kebangkitan Aceh.

"Dengan implementasi syariat Islam secara menyeluruh di Aceh, insya Allah masyarakat Aceh akan hidup sejahtera dan bahagia dunia dan akhirat,” urainya.

“Itu sebab, seharusnya semua bakal calon pemimpin di Aceh seharusnya betul-betul serius menjadikan implementasi syariat Islam dalam semua dimensi kehidupan sebagai visi utamanya," saran Teuku Zulkhairi.

Ia mencontohkan Banda Aceh, sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang diharapkan menjadi pilot project pelaksanaan syariat Islam di Aceh, maka para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Banda Aceh harus lebih serius menjadikan penegakan syariat Islam sebagai visi besar mereka.

“Karena ini bukan saja kewajiban kita di hadapan Allah, tapi juga menjadi pertaruhan kita di hadapan dunia Islam agar mereka bisa melihat keberhasilan dari syariat Islam yang kita jalankan sehingga mereka memiliki rujukan," harap Teuku Zulkhairi.

Apalagi, tambah Zulkhairi, penegakan syariat Islam di Banda Aceh dewasa ini semakin melemah.

“Jadi kita di Aceh bukan saja gagal menjadikan syariat Islam memasuki semua dimensi kehidupan, tapi apa yang seharusnya ditegakkan dengan penuh kesungguhan pun semakin melemah sehingga muncullah banyak problem sosial di masyarakat kita seperti merebaknya HIV AIDS dan sebagainya,” papar dia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved