Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Kadisdik Aceh Jadi Pembina Upacara di SMA Mosa, Larang Perpeloncoan saat Masa Pengenalan

"Bullying adalah budaya yang tidak baik untuk diterapkan di sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Senior harus bisa menjadikan junior lebih

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A menyampaikan sejumlah arahan saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri Modal Bangsa (Mosa) Aceh, Senin (15/7/2024). 

"Bullying adalah budaya yang tidak baik untuk diterapkan di sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Senior harus bisa menjadikan junior lebih 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, mengimbau seluruh satuan pendidikan di Aceh, baik SMA maupun SMK, untuk memastikan tidak terjadi bullying selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi baru.

Imbauan ini disampaikan Marthunis saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri Modal Bangsa (Mosa) Aceh pada Senin (15/7/2024).

"Bullying adalah budaya yang tidak baik untuk diterapkan di sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Senior harus bisa menjadikan junior lebih baik," ujar Marthunis.

Baca juga: Oktober Digelar MTQ Tingkat Kabupaten, Ini Total Dana Dianggarkan Pemkab Pidie, Peserta 700 0rang

Dalam sambutannya, Marthunis menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara senior dan junior.

"Hari ini (Senin) merupakan hari pertama bagi anak-anak yang baru masuk sekolah, yang akan dibimbing oleh senior. Jadi, komunikasi harus terbangun dengan baik antara senior dan junior," katanya.

Mengutip firman Allah, "Wata'awanu 'ala al-birri wa al-taqwa," yang berarti "dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,"

Marthunis menjelaskan bahwa semangat kebersamaan dan tolong-menolong  harus dipegang teguh oleh seluruh siswa.

Ia juga memotivasi siswa-siswi SMA Mosa untuk menunjukkan sikap terbaik mereka.

Menurutnya, semua siswa-siswi Mosa adalah pelajar terbaik, yang terpilih di antara yang baik.

"Tunjukkan sikap terbaik yang ada pada adik-adik sekalian semua, dan jadikan kebanggaan bagi sekolah dan keluarga," katanya.

Marthunis mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi SMA Mosa yang merupakan salah satu sekolah terbaik di Aceh.

Oleh karena itu, Mosa boleh berbangga dengan prestasi terbaik di Aceh saat ini. Namun, jangan berpuas diri. Terus lakukan yang terbaik untuk menuju sekolah Mosa terbaik di Indonesia, minimal masuk top ten (10 besar) nasional.

"Kita harus berani bermimpi, namun mimpi harus terencana dan dibicarakan. Munculkan komitmen, dan komitmen harus direncanakan secara konsisten. Maka akan mencapai 10 besar nasional melalui nilai UTBK," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved