Perang Gaza
Dampak Pemboman Israel ke Pelabuhan Hoedeidah, Yaman Krisis Bahan Bakar dan Listrik
TV Al Masirah yang berafiliasi dengan Houthi mengatakan serangan Israel menargetkan fasilitas penyimpanan minyak dan pembangkit listrik di kota pelabu
SERAMBINEWS.COM - Seorang kerabat korban serangan Israel di Hodeidah mengatakan penduduk kota pelabuhan itu terkejut dan ngeri dengan pengeboman itu.
"Kami sudah mengalami krisis bahan bakar yang parah, krisis listrik yang parah, dan krisis kehidupan yang parah. Yaman sudah kehabisan tenaga dan serangan ini semakin menguras bahan bakar dan pasokan penting yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ali Al Saqqaf kepada Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa antrean telah terbentuk di stasiun pengisian bahan bakar karena kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar.
“Serangan Amerika dan Israel terjadi di depan mata dunia tanpa adanya pencegahan,” katanya.
TV Al Masirah yang berafiliasi dengan Houthi mengatakan serangan Israel menargetkan fasilitas penyimpanan minyak dan pembangkit listrik di kota pelabuhan Laut Merah Yaman, Hodeidah, dan memicu kebakaran.
Baca juga: VIDEO Israel Balas Serangan Yaman, Pelabuhan Hodeida Berkobar
Ini adalah serangan langsung pertama yang diketahui oleh Israel terhadap Houthi sejak Oktober, sementara Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dalam apa yang mereka katakan sebagai upaya untuk menekan Israel agar mengakhiri perangnya di Gaza selama berbulan-bulan.
Yaman Persiapkan Perang Panjang dengan Israel
Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan operasi untuk mendukung rakyat Palestina di Gaza tidak akan berhenti terlepas dari konsekuensinya.
"Rakyat Yaman sedang mempersiapkan perang panjang dengan musuh ini (Israel) sampai agresi di Gaza berhenti dan pengepungan dicabut dan kejahatan yang dilakukan oleh musuh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza berakhir," kata juru bicara Jenderal Yahya Saree pada Sabtu.
Yahya Saree kembali menegaskan bahwa Yafa (Tel Aviv) yang diduduki adalah zona yang tidak aman dan bahwa tanggapan terhadap agresi Israel terhadap fasilitas sipil di provinsi pesisir Yaman Hodeidah tidak diragukan lagi akan datang.
Pernyataannya yang disiarkan televisi muncul sehubungan dengan agresi udara Israel yang menargetkan pelabuhan sipil Hodeidah dan pembangkit listrik di kota tersebut, yang mengakibatkan puluhan korban jiwa di Yaman dan kebakaran besar.
Saree menekankan bahwa angkatan bersenjata tidak akan ragu untuk menyerang sasaran-sasaran penting Israel di entitas Israel dan bahwa
Jenderal menyimpulkan dengan menyatakan keyakinan bahwa bangsa Yaman akan mengatasi tantangan ini sama seperti yang mereka lakukan banyak orang lain selama beberapa tahun terakhir, mengacu pada perang dan blokade AS-Saudi-UEA selama satu dekade yang sedang berlangsung di negara itu.
Sebelumnya jet perang Israel meluncurkan serangkaian serangan udara pada hari Sabtu yang menargetkan provinsi Yaman Hodeidah di pantai Laut Merah.
Agresi tersebut menargetkan kilang minyak, yang menyebabkan kebakaran besar yang dapat dilihat beberapa kilometer jauhnya.
Koresponden al mayadeen melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan pembangkit listrik Ras Kathib di Hodeidah, sehingga memicu fasilitas penyimpanan minyak.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Serangan-Israel-di-Hodeidah-Yaman-pada-20-Juli-2024.jpg)