Berita Simeulue

Kemarau, Sawah Petani di Simeulue Kering

"Kalau di lokasi saya (Kecamatan Salang) dan sekitarnya itu,  luas lahan dampak kemarau mencapai 1.000 hektare. Lahan sawah kering," katanya.

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
Petani Simeulue memperlihatkan lahan persawahan kering akibat kemarau di kawasan Kecamatan Salang. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

"Kalau di lokasi saya (Kecamatan Salang) dan sekitarnya itu,  luas lahan dampak kemarau mencapai 1.000 hektare. Lahan sawah kering," katanya.

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Memasuki musim turun ke sawah di Kabupaten Simeulue, petani kesulitan mengolah lahan disebabkan kemarau.

Tidak turunnya hujan, membuat lahan persawahan kering dan sulit diolah.

Meski demikian, petani di Simeulue tetap produktif mengolah lahan pertaniannya dengan berbagai cara, apabila lahan pertaniannya dekat dengan sumber air.

Penyuluh pertanian di Simeulue, Awalul Rahman, kepada Serambinews.com, Minggu (21/6/2024) mengungkapkan bahwa upaya petani dalam mengolah lahan pertanian sangat produktif.

Namun, karena terjadi kemarau membuat warga sangat kesulitan mengolahnya.

"Kalau di lokasi saya (Kecamatan Salang) dan sekitarnya itu,  luas lahan dampak kemarau mencapai 1.000 hektare. Lahan sawah kering," katanya.

Adapun upaya yang dilakukan petani mengatasi sementara, lanjutnya, dengan melakukan pompanisasi bagi kawasan yang terdapat debit air untuk mengaliri areal persawahan petani.

"Sudah kita sarankan ke kelompok patani, agar memanfaatkan pompa mesin bagi yang ada, untuk menarik air mengaliri sawah dan lanjutkan pengolahan lahan tahap I sampai 100 persen, sembari menunggu turunnya hujan," tandas penyuluh pertanian Simeulue.(*)

Baca juga: Suhu Capai 37 Derajat Celcius, Aceh Masuk Puncak Kemarau

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved