Berita Langsa
Kelompok 22 KKN Melayu Serumpun V Perkenalkan Metode Pembelajaran Berbasis ICT di Aceh Tamiang
Kelompok 22 dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun V telah usai melaksanakan sosialisasi ICT ke sekolah di Aceh Tamiang
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Kelompok 22 dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun V telah usai melaksanakan sosialisasi ICT ke sekolah di Desa Sungai Kuruk 2, Kecamatan Wuruway, Aceh Tamiang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembelajaran berbasis Information and Communication Technology (ICT) yang menarik dan inovatif kepada para siswa, terutama di kelas 2 hingga kelas 6.
Sebelumnya sebanyak 750 peserta KKN dari 22 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Sumatera, mengikuti KKN Melayu Serumpun V Se-Sumatera, sebagai tuan rumah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Sabtu (20/7/2024).
Kegiatan ini bertemakan 'Islam dan Budaya Melayu Serumpun di Aceh', para peserta mengabdi di 51 desa yang ada di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, berlangsung 40 hari sejak 20 Juli - 28 Agustus 2024 mendatang.
Baca juga: 16 Mahasiswa IAIN Lhokseumawe Ikut KKN Melayu Serumpun di Dua Kabupaten
Ketua Kelompok 22, Aldi Firmansyah, kepada Serambinews.com, Sabtu (27/7/2024), menyebutkan, sosialisasi ini diadakan di SDN Sungai Kuruk 2 yang nantinya kegiatan berbasis ICT akan di laksanakan dalam pembelajaran di dalam kelas.
Tim KKN yang turun ke daerah ini memberikan pemahaman tentang pentingnya teknologi dalam dunia pendidikan saat ini dan bagaimana ICT dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan belajar mengajar berbasis ICT yang diusung oleh Kelompok 22 KKN ini meliputi beberapa metode kreatif seperti penggunaan video pembelajaran, aplikasi pendidikan interaktif, dan permainan edukatif.
Selama masa KKN berlangsung, sambung Ketua Tim, anggota Kelompok 22 juga turut serta dalam kegiatan mengajar di sekolah.
Mereka membantu para guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan metode ICT, serta memberikan bimbingan tambahan kepada siswa yang membutuhkan.
Baca juga: GAZA TERKINI - Israel Bom Sekolah, Tewaskan 30 Orang, 100 Luka dan Kritis, Rumah Sakit Kacau
Partisipasi aktif ini tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa KKN dan komunitas sekolah.
Menurut Aldi Firmansyah, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengintegrasikan teknologi dalam sistem pendidikan di desa.
"Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, baik siswa maupun guru dapat lebih terbuka terhadap penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Kami juga berharap ini dapat meningkatkan minat belajar siswa dan memperluas wawasan mereka," terangnya.
Mahasiswa ini menambahkan, kegiatan sosialisasi belajar dan mengajar ini mendapat sambutan positif dari kepala sekolah dan dewan guru.
Baca juga: Haji Uma Bantu Biaya Pendamping Pasien Anak Penderita Bocor Jantung Asal Bener Meriah di Jakarta
| Pesan Inspiratif Dansatgas kepada Personel TMMD di Aceh Timur: Ini Adalah Pengabdian untuk Rakyat |
|
|---|
| Limbah Medis B3 Rumah Sakit dan Klinik Cut Meutia Dimusnahkan di Medan, Disaksikan Manajemen PT CMN |
|
|---|
| Dugaan Penganiayaan, Oknum Polisi dan Anaknya Dilapor ke Polres Langsa |
|
|---|
| Langsa Tak Masuk Penerima Bantuan Pendidikan Rp 10 Miliar, Gadjah Puteh Ancam Gugat BPSDM Aceh |
|
|---|
| Koordinator FKB Kota Langsa Laporkan Akun TikTok WL ke Polres Langsa, Ini Dugaan Kasusnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kelompok-22-dari-program-Kuliah-Kerja-Nyata-KKN-Melayu-Serumpun-V.jpg)