Bireuen
Kaum Ibu Bireuen Ikuti Lomba Lukis Inai Pengantin dan Menganyam Tikar, Ini Para Juaranya
Dalam lomba boh gaca, kaum ibu ikut membawa seorang pengantin wanita yang sudah bersolek dan tinggal boh gaca saja...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan ibu Bireuen dari 13 kecamatan mengikuti festival lomba melukis inai pengantin (boh gaca), menganyam tikar dan sejumlah remaja mengikuti lomba egrang atau geunteut, 29-30 Juli 2024.
Tiga lomba tersebut dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, festival budaya Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) berlangsung di Disdikbud Bireuen.
Dalam lomba boh gaca, kaum ibu ikut membawa seorang pengantin wanita yang sudah bersolek dan tinggal boh gaca saja.
Para peserta dengan kemahiran masing-masing melukis inai pada seorang pengantin yang dibawa mereka, para juri mencatat dan juga melihat secara dekat para peserta masing-masing.
Selain melukis inai sejumlah kaum ibu lainnya umumnya wanita sudah dewasa berlomba mengayam tikar pada ruangan lainnya, sedangkan lomba geunteut berlangsung Selasa (30/7/2024).
Kabid Kebudayaan Disdikbud Bireuen, Muhammad Tasrief SE MM mengatakan, festival kebudayaan ini digelar selama dua hari, 29-30 Juli 2024 di dua lokasi yaitu di aula SPNF-SKB Disdikbud Bireuen dan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen.
Kepala Disdikbud Bireuen, Muslim MSi mengatakan, festival budaya yang diadakan merupakan sebuah momentum penting untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya daerah kita, khususnya di Bireuen.
Dalam festival kali ini, akan ada berbagai perlombaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk saling belajar berbagi pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Semoga festival budaya ini dapat berlangsung dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi semuanya untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya daerah.
Pj Bupati Bireuen Aulia Sofyan Ph.D diwakili Asisten I Setdakab Bireuen Mulyadi SH MM antara lain mengatakan, festival budaya ini merupakan sebuah wujud nyata komitmen Pemkab Bireuen dalam melestarikan, mempromosikan, dan mengembangkan kekayaan budaya yang dimiliki Bireuen.
Budaya adalah jati diri dan melalui kegiatan ini, ingin menunjukkan kekayaan budaya kita patut diperjuangkan dan dibanggakan.
Data diperoleh Serambinews.com, lomba inai atau boh gaca juara diraih kaum ibu dari Simpang Mamplam, juara kedua diraih kaum ibu dari Kota Juang dan juara ketiga direbut kaum ibu dari Jangka.
Sedangkan juara menganyam tikar juara pertama diraih kaum ibu dari Peusangan Siblah Krueng, juara kedua Jangka dan juara ketiga Simpang Mamplam. Para juara mendapat hadiah dan piala dari panitia. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.