Berita Sigli
Konsorsium Borong 20 Ton Bawang Merah di Pidie
Dijelaskan Zakaria, selama satu bulan lebih, harga bawang merah hasil panen petani lokal secara serentak di berbagai kecamatan di Pidie, anjlok secara
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Konsorsium bawang merah Aceh memborong 20 ton bawang merah dari pedagang di pasar Pante Teungoh, Kota Sigli, dan Pasar Caleue, Kecamatan Indrajaya, Pidie, Selasa (30/7/2024). Aksi borong itu menyusul anjloknya harga bawang merah dalam sebulan terakhir.
"Konsorsium langsung memborong bawang hasil petani lokal yang ditampung pedagang di pusat pasar Pante Teungoh, dan pasar Caleue, dengan harga Rp 22.000/kg. Jumlah maksimal pada hari perdana sebanyak 20 ton," sebut Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh yang juga kepala badan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh, Ir H Zakaria A Gani kepada Serambi, Selasa (30/7/2024).
Dijelaskan Zakaria, selama satu bulan lebih, harga bawang merah hasil panen petani lokal secara serentak di berbagai kecamatan di Pidie, anjlok secara drastis.
Sebelumnya, harga bawang merah semoat bertahan Rp 40.000/kg hingga Rp 46.000/kg. Namun, secara drastis anjlok di harga tampung dari Rp 13.000/kg hingga Rp 17.000/kg.
Atas dasar itu, pihak konsorsium serta Kadin Aceh memiliki peran besar untuk menekan anjloknya harga bawang merah. Sehingga, petani dapat merasakan harga yang sesuai. "Ini sebagai langkah tepat dalam menekan angka inflasi serta untuk menstabilkan harga di pasaran," ujarnya.
Adapun seluruh bawang yang diborong sebanyak 20 ton hasil panen petani lokal, untuk selanjutnya akan diboyong ke tempat penyimpanan cold storage di Gampong Suwiek Lamlo, Kecamatan Sakti. "Penyimpanan bawang tersebut diperkirakan dapat bertahan dua hingga empat bulan ke depan," ungkapnya.
Zakaria menyebutkan, seluruh bawang yang ditampung nantinya akan di pasok keluar daerah atau kabupaten/kota di Aceh. Termasuk daerah kepulauan baik di Sabang maupun ke Simeulue. "Ditaksirkan nantinya harga bakal lebih baik dikisaran Rp 35.000/kg hingga Rp 40.000/kg," jelasnya.(C43)
Tanpa Agunan
Kepala BSI Cabang Sigli 1, Abdul Hamid kepada Serambi, Selasa (30/7/2024) mengatakan, pihaknya mendorong para pedagang penampung untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) rata-rata Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.
Di mana KUR itu tanpa agunan agar dapat berkiprah dalam memperdayakam ekonomi di sektor perdagangan. "Baik untuk pedagang muda maupun petani lokal dengan serapan hasil panen lebih baik lagi," ujarnya.
Peran besar dalam aksi ini tidak terlepas dari Kadin Aceh yang konsisten peduli terhadap pedagang dan petani lokal. Maka penyaluran KUR dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tepat sasaran. "Saya rasa, dengan saling bersinergi maka ekonomi masyarakat Pidie dapat pulih," ujarnya.(c43)
| Kisah Sukses UMKM Kue Arafik Sigli: Resep Warisan Mertua Tionghoa, Dibawa ke Kanada hingga Australia |
|
|---|
| Mercedes Benz Club Aceh Bantu Balai Pengajian dan Anak Yatim di Pidie |
|
|---|
| Ratusan Perawat di Pidie Gagal Daftar PPPK |
|
|---|
| Penerimaan CPNS di Pidie, Tenaga Komputer Minim Pendaftar |
|
|---|
| Pembebasan Tanah Jalan Tol Sigli Hampir Tuntas, Ada Titipan di Pengadilan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Konsorsium-Bawang-Merah-Aceh-BORONG-BAWANG.jpg)