Konflik Palsetina vs Israel
Israel Klaim Bunuh Komandan Tertinggi Brigade Qassam Mohammed Deif, Hamas Masih Bungkam
Angkatan Bersenjata Israel (IDF) mengeklaim berhasil membunuh komandan tertinggi sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Mohammed Deif.
Israel belum secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Iran dan Hamas menuding Israel berada di balik serangan tersebut.
Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, pada Selasa (30/7/2024).
Deif yang merupakan pemimpin Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, telah menjadi salah satu orang yang paling dicari Israel selama hampir tiga dekade.
Dia juga masuk dalam daftar "teroris internasional" Amerika Serikat sejak 2015.
Militer Israel menyebut Deif selama bertahun-tahun telah melakukan beberapa serangan terhadap Israel.
Deif beroperasi bersama Yahya Sinwar, pimpinan Hamas di Gaza, kata militer Israel.
"Selama perang, ia memimpin aktivitas Hamas di Jalur Gaza dengan mengeluarkan perintah dan instruksi kepada para anggota senior sayap militer Hamas," kata militer Israel.
Israel meyakini bahwa Deif merupakan salah satu dalang dari serangan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober lalu.
Selain itu, Deif juga bertanggung jawab mengembangkan jaringan terowongan dan keahliannya dalam membuat bom.
Mohammed Deif memang menjadi seseorang yang paling dicari Israel dalam beberapa dekade.
Ia dianggap bertanggung jawab atas kematian puluhan warga Israel akibat sebuah serangan bom bunuh diri.
Baca juga: GAZA TERKINI - Militer Israel Klaim Tewaskan Komandan Hamas Mohammed Deif
Menhan Israel: Pembunuhan Mohammed Deif Jadi Tonggak Penting dalam Perang Melawan Hamas
Menjuluki komandan Hamas Mohammed Deif sebagai "Osama Bin Laden dari Gaza", Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memuji dugaan pembunuhannya sebagai "tonggak penting dalam proses pembubaran Hamas sebagai otoritas militer dan pemerintahan di Gaza".
Gallant mengklaim operasi militer 13 Juli yang menewaskan puluhan warga sipil saat menargetkan Deif "mencerminkan fakta bahwa Hamas sedang terpecah belah".
"Pejuang Hamas mungkin menyerah atau mereka akan disingkirkan. Lembaga pertahanan Israel akan mengejar teroris Hamas - baik perencana maupun pelaku pembantaian 07.10. Kami tidak akan beristirahat sampai misi ini tercapai," katanya pada X dalam bahasa Inggris, dilansir Al Jazeera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ygygg.jpg)