Jumat, 10 April 2026

Mihrab

Khutbah Jumat - Perintah Syukur untuk Kebaikan Umat Manusia Sendiri 

Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh oleh Ustaz H Syarifuddin MA PhD 

Khutbah Jumat - Perintah Syukur untuk Kebaikan Umat Manusia Sendiri 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Perintah syukur sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan umat manusia itu sendiri, sebab Allah akan menambahkan nikmat-Nya bagi orang yang senantiasa bersyukur atas anugerah Allah yang diberikan kepadanya.

Seperti dalam firman Allah SWT “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7). 

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh oleh Ustaz H Syarifuddin MA PhD akan menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Baiturrahman (9/8/2024), bertepatan dengan 4 Safar 1446 H. 

 “Allah Swt memerintahkan agar kita senantiasa beryukur kepada-Nya. Perintah ini bukan berarti Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia, karena tampa manusia bersyukur kepada-Nya Allah tetap Yang Maha Kaya, Terpuji dan Berkuasa atas seluruh alam ini,” tegasnya.

Ustaz H Syarifuddin menguraikan, syukur adalah ibadah kepada Allah Swt. 

Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. 

Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah. 

Allah Ta’ala berfirman; “Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152). 

“Maka, bersyukur itu merupakan pengamalan terhadap perintah Allah dan enggan bersyukur serta mengingkari nikmat Allah adalah bentuk pembangkangan terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya.

Ustaz H Syarifuddin  menambahkan, dengan bersyukur atas nikmat Allah juga merupakan sebab datangnya ridha Allah bagi semua amalan seorang hamba, A

llah Ta’ala berfirman; “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian” (QS. Az-Zumar: 7). 

Dengan demikian seorang hamba yang yang senantiasa besyukur dan diridhai Allah akan terselamatkan dari api neraka.

Ia menjelaskan, ciri-ciri hamba yang senantiasa bersyukur kepada Alleh itu antara lain, pertama, mengakui dan menyadari bahwa Allah telah memberinya nikmat. 

Hamba yang bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved