Jumat, 1 Mei 2026

Mihrab

Khutbah Jumat - Perintah Syukur untuk Kebaikan Umat Manusia Sendiri 

Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh oleh Ustaz H Syarifuddin MA PhD 

Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh. 

Kedua, orang bersyukur menyebut-nyebut nikmat yang diberikan Allah. 

Sebaliknya mungkin di antara kita ada yang lebih suka dan lebih sering menyebut-nyebut kesulitan yang hadapi dan mengeluhkannya kepada orang-orang, 

seperti halnya keluhan “Saya sedang sakit ini”, “Saya baru dapat musibah itu”, “Saya kemarin rugi sekian rupiah”, dan sebagainya. 

Namun, sesungguhnya ciri orang yang bersyukur itu lebih sering menyebut-nyebut kenikmatan yang Allah berikan. 

Karena Allah Ta’ala berfirman “Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya” (QS. Adh-Dhuha: 11). 

Namun tentu saja tidak boleh takabbur (sombong) dan ‘ujub (merasa kagum atas diri sendiri). 

“Ketiga, menunjukkan rasa syukur dalam bentuk ketaatan kepada Allah, sebagaimana Rasulullah yang sudah dijamin syurga oleh Allah selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya,” pungkas Ustaz H. Syarifuddin.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved