Berita Banda Aceh
Ciptakan Pendidikan yang Nyaman, Pemerintah Aceh Hapus Kekerasan di Lingkungan Dayah
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar acara ‘Kick Off Stop Kekerasan di Dayah’ pada Senin (12/8/2024)
Penulis: Jamaluddin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Jamaluddin I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh menggelar acara ‘Kick Off Stop Kekerasan di Dayah’ pada Senin (12/8/2024).
Kegiatan yang berlangsung di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air, Desa Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, ini dibuka Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili Asisten I Sekda Aceh, Dr Yusrizal Zainal MSi.
Hadir dalam acara itu, Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Dr Munawar A Jalil MA, Kadis Pendidikan Aceh, Martunis ST DEA, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA), Meutia Juliana SSTP MSi, Kadis Registrasi dan Kependudukan Aceh, Drs T Syarbaini MSi, perwakilan Pangdam IM dan Kapolda Aceh, serta unsur Forkupimda lainnya.
Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Dr Munawar A Jalil MA, dalam sambutannya mengatakan, isu kekerasan di lingkungan dayah dalam beberapa bulan terakhir makin meningkat.
Kekerasan itu, menurutnya, terjadi baik fisik maupun nonfisik ini merupakan masalah yang serius dan perlu dicegah secepatnya.
“Kekerasan ini perlu dicegah dan ditangani segera oleh para pemangku kebijakan untuk memberi rasa ketenteraman dan kenyamanan di lingkungan dayah,” ucap Dr Munawar.
Baca juga: 54 Calon Majelis Akreditasi Dayah Aceh Lulus Seleksi Administrasi, Catat Jadwal Ujian Selanjutnya
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, serta Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 451.44/20931 Tahun 2022 tentang Imbauan Pembentukan Pengawasan Dayah dalam hal mengantisipasi isu kekerasan di dayah.
Dalam hal ini, kata Munawar, dinas pendidikan dayah di Aceh sudah meneruskan surat edaran gubernur tersebut kepada semua pimpinan dayah se-Aceh melalui bupati/wali kota.
Kendati demikian, tambahnya, kekerasan di dayah masih saja terjadi.
“Inilah yang jadi pertimbangan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan di dayah dan sudah melakukan FGD tentang isu kekerasan di dayah serta pembentukan tim tersebut,” ujar Dr Munawar.
Baca juga: Kapolres Lhokseumawe ke Dayah Zurriyatul Qurani Al-Maarif, Ini Nasihat Inspiratifnya kepada Santri
Sementara itu, Pj Gubernur Aceh yang diwakili Asisten I Sekda Aceh, Dr Yusrizal Zainal MSi, mengatakan, kekerasan dalam lingkungan dayah baik fisik maupun nonfisik tentu tak bisa dibenarkan.
Sebab, kekerasan tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tapi juga menghambat perkembangan pendidikan santri.
“Dayah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri dalam menuntut ilmu,” ucap Dr Yusrizal.
Menurutnya, isu kekerasan dalam lingkungan dayah selama ini harus menjadi perhatian serius oleh segenap pihak.
| ASDP Lanjut Kelola KMP Aceh Hebat 1 rute ke Sinabang, Pemerintah Aceh Dorong e-Ticketing |
|
|---|
| Negara Hadir di Aceh, Ruslan M Daud Dorong Percepatan Infrastruktur Pascabencana |
|
|---|
| Rumah Amal Masjid Jamik USK Salurkan Rp447,8 Juta untuk 2.322 Penerima Manfaat |
|
|---|
| Polda Aceh Latih PKS dan Kenalkan e-Learning Gratis di SMKN 1 Banda Aceh |
|
|---|
| Lantik Pengurus Ormawa, Ini Pesan Dekan FKG USK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/acara-Kick-Off-Stop-Kekerasan-di-Dayah-di-MUQ-Pagar-Air.jpg)