Jumat, 8 Mei 2026

Doli Manurung Ngaku Tak Terlibat Pembacokan Prada Defliadi: Saya Pingsan Dihajar Oknum TNI

Doli Manurung mengaku tidak terlibat dalam kasus pembacokan yang terjadi pada Minggu (4/8/2024) dini hari.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Valentina Panggabean (59) ibu Doli Manurung, tersangka dugaan penganiayaan personel TNI, saat diwawancarai, Sabtu (10/8/2024). Ia tak kuasa menahan tangis kepedihan mengingat anaknya dijemput paksa, lalu disiksa diduga TNI. 

SERAMBINEWS.COM - Keluarga Doli Manurung melaporkan sejumlah anggota TNI ke Denpom Medan atas kasus penganiayaan, penculikan serta penjarahan.

Doli Manurung yang ditetapkan sebagai tersangka pembacokan Prada Defliadi masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.

Diduga Doli Manurung dijemput paksa oknum TNI dan disiksa sebelum diserahkan ke petugas kepolisian.

Doli Manurung mengaku tidak terlibat dalam kasus pembacokan yang terjadi pada Minggu (4/8/2024) dini hari.

Ketua Ranting Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sekip tersebut hanya mengenal Pratu AS yang ada di lokasi pembacokan.

"Kalau yang dibacok itu aku enggak tahu. Aku mau berdamai dengan yang baju merah, si Sianturi (Pratu AS) itu, aku mau berdamai karena aku sama dia saja bermasalah," paparnya, Minggu (11/8/2024), dikutip dari TribunMedan.com.

Saat kejadian, Doli hendak memukul Pratu AS, namun dirinya justru terjatuh dan dihajar oknum TNI.

Doli tak mengetahui aksi pembacokan karena dirinya tak sadarkan diri.

Setiba di rumah, Doli mendengar suara keributan dan meneriakinya perampok.

"Pas aku buka kamar, orang itu udah di depan kamarku di lantai tiga, ramai memakai baju hitam semua. aku sempat berteriak mereka itu rampok."

"Baru kata baju merah itu 'ini kau tadi mau mukul aku kau kan. Jadi aku bilang, aku engga tahu kau angkatan," bebernya.

Di hadapan ibu kandungnya, Doli dihajar oknum TNI dan dimasukkan paksa ke mobil.

"Di situ aku dipukuli di dalam kamar pakai tangan kosong, dilempar kursi, tongkat mama ku itu (dipakai untuk jalan) dibawa dari lantai bawah dipukuli pakai itu, pakai skiping. Dari lantai tiga dipukul sampai bawah," tukasnya.

Di dalam mobil, Pratu AS mengatakan aksi pembacokan yang dilakukan gerombolan ormas dan geng motor mengakibatkan Prada Defliadi mengalami kebutaan di mata kiri.

 

Baca juga: 3 Pembacok Anggota TNI di Medan Masih Buron, Mata Kiri Prada Defliadi Alami Kebutaan

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved