Berita Pidie

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Lakukan Program Pengentasan Pengangguran

Disebutkan, tujuan program ini untuk memberikan pelatihan kepada mereka yang putus sekolah dan juga pengangguran sehingga

|
Editor: Nur Nihayati
ISTIMEWA
Foto bersama setelah dibuka kursus dan pelatihan jenis ketrampilan tata busana LKP Putri Najwa Gampong Alue Calong, Kecamatan Tangse, Pidie, beberapa waktu lalu. 

Disebutkan, tujuan program ini untuk memberikan pelatihan kepada mereka yang putus sekolah dan juga pengangguran sehingga 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) melaksanakan Program pengentasan pengangguran untuk anak putus sekolah.

Program dimulai sejak Juli 2024 hingga September 2024.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Yusmadi MPd didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Drs H Sulaiman MPd, Jumat (16/8/2024).

Disebutkan, tujuan program ini untuk memberikan pelatihan kepada mereka yang putus sekolah dan juga pengangguran sehingga dapat menciptkan lapangan kerja dan keterampilan sendiri.

Sehingga program yang bersumber dari Dana APBK Pidie 2024 ini berjumlah Rp 2,8 miliar diplot untuk pengentasan pengangguran dan anak putuse sekolah.

Disebutkan, untuk menjalankan program ini pihak Dinas menggelar kegiatan melalui 17 LKP atau lembaga khusus pelatihan dan PKBM atau pusat kegiatan belajar masyarakat. "Sebelumnya diverifikasi lebih dahulu barulah diputuskan LKP maupun PKBM," kata Kabid.

Kursus pelatihan menjahit dibekali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie
Kursus pelatihan menjahit dibekali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie (ISTIMEWA)

Sementara itu, untuk kegiatan ini total anak putus sekolah mengikuti adalah 572 anak.

"Mereka dilatih selama 20 hari. Tergantung LKPnya ada menjahit, tata boga, tata busana, tata rias, dan komputer. Mereka gratis. 

Sementara untuk kegiatan dana dilaksanakan oleh masing lembaga begitu dana pelaksanaannya ditransfer ke rekening LKP.

Saat ini ada yang sudah selesai. Ada sertifikat. Ada yang masih berjalan. 

Kita harapakan setelah pelatihan mereka punya keahlian tataboga. Bisa menciptakan lapangan kerja," pungkasnya.

Sementara itu, ke 17 LKP tersebut antara lain adalah LKP Putri Najwa di Tangse menangani kursus pelatihan tata busana, Lalu  LKP Unix koputer di Kota Sigli, dan LKP Putri di Yaman bantuan kelembagaan kursus.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved