Senin, 13 April 2026

Perang Gaza

Jet Tempur Israel Bom Rumah, Tewaskan 10 Orang di Lebanon Selatan

Sejak awal Operasi Badai Al-Aqsa oleh kelompok perlawanan Palestina, Hizbullah telah melakukan operasi pembalasan setiap hari terhadap rezim Israel di

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/AFP
Gambar yang diambil dari Kiryat Shmona di Israel utara menunjukkan sebuah jet tempur Israel menembakkan suar ke Lebanon selatan pada 16 Mei 2024. 

SERAMBINEWS.COM -  Serangan rezim Zionis di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya sepuluh orang dan melukai lima lainnya.

Al Jazeera pada Sabtu melaporkan bahwa sebuah bangunan tempat tinggal menjadi sasaran di kota Toul yang terletak di Nabatieh di selatan Lebanon.

Zionis juga mengebom Ramieh, Beit Leif dan Qouzah, serta Kafarkala dan Aitaroun di Lebanon selatan.

Sejak awal Operasi Badai Al-Aqsa oleh kelompok perlawanan Palestina, Hizbullah telah melakukan operasi pembalasan setiap hari terhadap rezim Israel di wilayah pendudukan Palestina untuk melibatkan sebagian besar militer Zionis di Palestina utara dan mengurangi tekanan terhadap perlawanan di Gaza.

Akibat serangan-serangan ini, beberapa pangkalan militer rezim telah dihancurkan, dan peralatan militer seperti tank, pengangkut personel, dan kendaraan lapis baja juga menjadi sasaran perlawanan Lebanon.

Qatar ke Iran: Tunda Serangan ke Israel Agar tidak Rugikan Perundingan

Qatar memperingatkan Iran bahwa serangan dapat membahayakan upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Baca juga: Kota-kota Rudal Bawah Tanah Hizbullah Bikin Israel Ketakutan

Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendesak Iran untuk menunda serangan terhadap Israel agar tidak merugikan perundingan penyanderaan Doha yang sedang berlangsung, dalam panggilan telepon dengan pimpinan Iran, The Washington Post melaporkan pada hari Jumat.

Laporan tersebut mengutip dua diplomat yang mengetahui percakapan telepon antara kedua pemimpin tersebut.

Iran bersumpah untuk menyerang Israel setelah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran bulan lalu.  

Meskipun sudah ada antisipasi di Israel dan di seluruh dunia, serangan ini masih belum terjadi.

Al Thani memperingatkan Iran bahwa sebuah serangan dapat membahayakan diskusi gencatan senjata di Gaza saat ini, yang mana Hamas menolak untuk berpartisipasi di dalamnya.

Mengapa Iran menunggu untuk menyerang?

Salah satu diplomat mengatakan bahwa Al Thani “mendorong Iran untuk mengurangi ketegangan dan menekankan perlunya ketenangan” selama percakapan telepon tersebut.  

Diplomat kedua mengatakan Qatar memperingatkan Iran untuk mempertimbangkan dampak serangan terhadap upaya diplomatik saat ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved