Minggu, 26 April 2026

Berita Pidie

BNPT dan FKPT Aceh Bersama Kesbangpol Pidie Bahas Gembira Beragama, Cegah Radikalisme

Peserta itu ada dari kalangan TNI, Polri, Intelijen, Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta Organisasi Kepemudaan (OKP).

Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Rombongan BNPT Pusat bersama FKPT Aceh serta ratusan perserra Gembira Beragama pencegahan Radikalisme dan Terorisme melakukan foto bersama di Aula PLHUT Kemenag Pidie, Rabu (21/8/2024). SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 

Peserta itu ada dari kalangan TNI, Polri, Intelijen, Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta Organisasi Kepemudaan (OKP).


Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pidie membahas Gerakan Muda Bangga Bernegara (Gembira) dalam pencegahan radikalisme dan terorisme lewat forum FKPT yang dipusatkan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kankemenag Pidie, Rabu (21/8/2024).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan.

Peserta itu ada dari kalangan TNI, Polri, Intelijen, Tokoh Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta Organisasi Kepemudaan (OKP).

Ketua FKPT Aceh, Dr Mukhlissuddin Ilyas MPd kepada Serambinews.com, Rabu (21/8/2024) kegiatan Gembira lewat pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme terhadap 100 masyarakat sebagai mitra strategis untuk bersinergi untuk melakukan pencegahan terhadap publik dari paparan radikalisme dan terorisme. 

'Tidak ada ajaran agama manapun yang memberikan toleran seseorang menjadi teroris dan radikalisme,"sebutnya.

Patut dicatat, agama kerap menjadi kambing hitam yang selalu menjadi korban.

Sehingga informasi hoax ini menjadi konsumsi publik lewat media sosial.

Sebagai negeri berjuluk syariah di bumi  Aceh, masyarakat memiliki kontribusi besar dalam mencegah agar tidak adanya warga yang terjerumus dalam terorisme.

'Jadi, aksi terorisme dan radikalisme itu tidak mengenal kelompok masyarakat dan firus terus merusak mentalitas lintas generasi,"ujarnya.

Sebelumnya Teuku Fauzansyah  SS MSI selaku Subkoordinor Penelitian dan Evaluasi Subdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pusat, siapapun yang terlibat dalam pelaku terorisme maka akan diambil tindakan hukum sesuai dengan  aturan.

'Umumnya pelaku terorisme itu dilakukan oleh oknum dari kelompok kecil sehingga berimbas pada mayoritas,"ujarnya .

Maka dalam hal ini perlu kebijakan dari lintas moderat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan lewat edukasi agama.  

'Sehingga orang 'Awam'  yang berpotensi ke arah Terorisme serta memiliki ke pemikiran radikalisme dapat diarahkan kepada lebih baik,"ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved