Sabtu, 6 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Memahami Praktik Islam Moderat Masa Kini

Namun, bahaya laten dari konflik sosial bermuatan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) masih menjadi bom waktu di tengah masyarakat.

Tayang:
Editor: mufti
IST
MELINDA RAHMAWATI, Mahasiswi Pendidikan IPS, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, melaporkan dari Jakarta 

Dinasti Abbasiyah yang sudah ada sejak 750 M dan berkuasa selama 500 tahun lamanya, telah menjadi bukti nyata ketika masyarakat menjalani praktik keseimbangan dan pengintegrasian antara agama dan pengetahuan. Jika kita memilih untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan yang hadir, tentu berdampak pada terciptanya suasana harmonis di tengah masyarakat.

Indonesia yang terdiri atas pelbagai etnis dan kelompok masyarakat yang berbeda, sangat memerlukan keseimbangan sebagai salah satu nilai keindonesiaan.

Praktik Islam moderat pada masa kini, seharusnya dapat mempromotori hadirnya pengintegrasian antara agama dan pengetahuan yang pada tataran kompleksitasnya menjadi bagian dari fondasi kebangsaan.

Diskursus mengenai Islam dan keindonesiaan sejatinya sudah digaungkan oleh Ahmad Syafii Maarif dalam pelbagai buku dan kajian ilmiahnya. Dalam beberapa bukunya yang berjudul “Membumikan Islam”, “Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah”, “Indonesia Jelang Satu Abad: Refleksi tentang Keumatan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan”, dan “Masa Depan Bangsa dalam Taruhan” secara eksplisit menerangkan tentang agama, budaya, dan etnisitas bahwa tanpa adanya peleburan dalam pemahaman antara agama, budaya, dan etnisitas akan sangat sulit untuk menghadirkan sebuah peradaban maju. Karena, peradaban Dinasti Abbasiyah juga terbentuk dari peleburan antara budaya keilmuan dalam Islam dan warisan keilmuan dari peradaban Yunani Kuno. Sehingga, pelbagai praktik Islam moderat pada masa kini yang menekankan pada toleransi dan kesetaraan harus terus dibumikan melalui praktik ibadah yang direfleksikan sebagai penuntun dalam menyikapi setiap perubahan dan perbedaan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved