Kamis, 4 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Saat Mahasiswa Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas

Pemerintah, melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terus-menerus mencurahkan energi dan perhatiannya untuk merumuskan

Tayang:
Editor: mufti
IST
CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Bireuen

Pemerintah, melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terus-menerus mencurahkan energi dan perhatiannya untuk merumuskan berbagai strategi demi menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Salah satu implementasi nyata dari keseriusan tersebut diwujudkan melalui agenda kampanye masif serta sosialisasi mendalam mengenai "Edukasi Keselamatan Berkendara dan Penanganan Darurat Apabila Terjadi Kecelakaan di Jalan Raya".

Kegiatan  ini dilaksanakan di  Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Bireuen beberapa hari lalu. Sasaran utama acara ini adalah komunitas akademik, khususnya kelompok mahasiswa.  

Acara ini berlangsung berdasarkan permintaan dari pihak Jasa Raharja  bekerja sama dengan Polres Bireuen.  Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya budaya tertib berlalu lintas dan kemampuan dasar penanganan darurat kecelakaan di jalan raya.

Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kanit Kamsel) Satlantas Polres Bireuen, Aipda Hidayat Parulian, didampingi Aipda Rahmat Hidayat yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat dan pengguna media sosial,  memaparkan beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Bireuen dan proses penanganannnya.

Di samping itu,  petugas pelayanan PT Jasa Raharja Bireuen, Agus Setiawan, juga menyampaikan pentingnya surat laporan dari kepolisian untuk klaim Asuransi Jasa Raharja.

Melengkapi rantai edukasi tersebut, dr Dira hadir selaku pemateri yang memfokuskan bahasannya pada aspek medis dan keselamatan jiwa. Beliau memaparkan secara detail mengenai tata cara serta protokol yang benar dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan lalu lintas.

Penjelasan medis ini disajikan secara interaktif melalui visualisasi beberapa contoh slide. Berdasarkan perspektif medis yang disampaikannya, sebuah kesalahan kecil sekalipun dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan justru berpotensi besar memperparah kondisi fisik korban.

Risiko fatal ini mencakup seluruh tindakan krusial, termasuk kesalahan fatal pada saat memindahkan tubuh korban dari lokasi kejadian ke tempat yang lebih aman.

Pentingnya tema yang diusung membuat acara ini menjadi  daya tarik bagi civitas akademika Uniki dan mahasiswa, terbukti dengan kehadiran ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi (prodi). Acara ini juga didukung penuh oleh kehadiran seluruh unsur pimpinan universitas, di antaranya, Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Badan Penjamin Mutu (BPM), para dekan beserta jajaran strukturalnya, hingga melibatkan seluruh karyawan Uniki.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat meriah dan dinamis. Ruang komunikasi dibuka lebar melalui sesi diskusi yang memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa serta dosen untuk bertanya secara langsung mengenai variasi kasus di jalan raya beserta prosedur penanganannya.

Civits akademika juga diingtkan jangan takut melapor jika terjadi kecelakaan. Itu  pesan Pak Polisi.

Sebagai wujud apresiasi dan stimulasi partisipasi aktif, pihak Jasa Raharja secara khusus memberikan kesempatan berharga bagi para dosen untuk turut serta menyampaikan edukasi singkat bertema keselamatan di jalan raya. Mereka yang terpilih dan berhasil memberikan edukasi terbaik, diberikan apresiasi berupa hadiah helm standar sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Di sela-sela momentum berharga tersebut, Rektor Uniki  dalam pidato sambutannya menitipkan pesan mendalam yang ditujukan kepada segenap mahasiswa dan seluruh civitas akademika Uniki. Beliau tegaskan dengan lantang, “Keselamatan harus menjadi prioritas utama ketika berkendara. Gunakanlah helm standar, lengkapi surat kendaraan, dan patuhi aturan lalu lintas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.”

Edukasi mengenai keselamatan dan pertolongan pertama pada kasus kecelakaan di jalan raya  bagi mahasiswa sangatlah penting, karena diharapkan mahasiswa mampu menjadi pelopor tertib lalu lintas sebagai ‘agent of change’ (agen perubahan). Mereka memiliki kekuatan moral dan sosial untuk mengedukasi masyarakat, dimulai dari lingkungan kampus hingga ranah publik yang lebih luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved