Kompak, Pengurus NasDem Aceh Kenakan Peci Motif Aceh Saat Kongres di Jakarta, Ini Tujuannya
“Mayoritas dari kader NasDem menggunakan peci motif Aceh. Pecinya memang dibuat dengan warna biru agar kesan NasDem lebih muncul,”
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Agus Ramadhan
Laporan Masrizal Bin Zairi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengurus DPW Partai NasDem Aceh mengikuti Kongres ke III Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta pada Minggu-Selasa (25-27/8/2024).
Dalam kongres tersebut, pengurus NasDem Aceh tampak berbeda dengan peserta lainnya, karena kompak menggunakan peci bermotif Aceh dengan warna biru putih.
“Mayoritas dari kader NasDem menggunakan peci motif Aceh. Pecinya memang dibuat dengan warna biru agar kesan NasDem lebih muncul,” kata Bendahara NasDem Aceh, M Raji Firdana.
Tujuan lain memakai peci motif Aceh agar citra Aceh di tingkat nasional lebih menonjol.
“Partai NasDem kan partai Aceh yang ada di nasional. Jadi citra ini harus kita sampaikan," lanjutnya.
Pada acara itu, DPW Partai NasDem Aceh menyampaikan dukungan kepada Surya Paloh untuk melanjutkan kepemimpinan partai hingga lima tahun ke depan.
“DPW Partai NasDem Aceh memberi dukungan kepada Bapak H Surya Paloh untuk menjadi ketua umum Partai NasDem periode 2024-2029,” kata Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Irsan Sosiawan dalam kongres tersebut.
Surya Paloh di Kongres Nasdem: Obat Paling Mujarab Saat Ini adalah Suri Tauladan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan, selama 10 tahun perjalanan Partai NasDem bersama Presiden Joko Widodo, telah memberikan suatu kesepakatan dan pemahaman sebagai hubungan yang bisa disebut equal partnership antara pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi dengan institusi partai politik bernama NasDem.
“Kita bebas bergerak, berbicara, mengeluarkan pendapat, sepakat dan kadang-kadang tidak sepakat. Tapi itulah dinamikanya. Itulah artinya kenapa kita mempunyai suatu nilai dari perspektif pandangan untuk mencari kesamaan demi kesamaan, bukan perbedaan untuk perbedaan,” ungkap Surya dalam pembukaan Kongres ke-III Partai NasDem di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (25/8).
Hal itulah yang menurut Surya menyebabkan satu proses perjalanan hampir sepuluh tahun ini kadang-kadang bisa tersenyum lebar, kadang-kadang harus termangu-mangu, kadang-kadang harus terhenyak memikirkan apa sebenarnya yang kurang dari NasDem.
“Satu hal yang saya yakini di sana ada niat baik, ada nawaitu, ada keinginan untuk berbuat baik, dan seharusnyalah perspektif pandangan kita mengambil yang baik, menjaga yang baik dan mengenyampingkan yang kurang baik,” terang Surya.
Ia juga memaparkan, NasDem harus berterima kasih kepada Jokowi karena telah memberikan banyak kepada NasDem.
Menurutnya, itu adalah satu pembelajaran politik, belajar dari kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden Indonesia hampir sepuluh tahun.
“Dari pembelajaran ini, saya bisa memahami hidup memang bukan hanya bermodalkan niat baik semata-mata. Niat baik itu sewajarnya dan semestinya. Tapi juga harus ada strategi yang tepat. Begitu niat baik saja, tidak dengan strategi yang tepat, nah Bung Bahlil (Ketum Golkar) bisa menjawabnya, itu sebagai adik saya,” tukas Surya.
Inilah gambaran kebatinan NasDem, tambah Surya, bahwa tantangan demi tantangan tentu merupakan kewajiban NasDem untuk mengatasinya.
Sinergi Membangun Bangsa yang menjadi tema Kongres III Partai NasDem, jelasnya, karena NasDem tahu sedang berada dan memiliki positioning sebagai negara besar, negara yang berdaulat yang harusnya bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi negara adidaya.
“Maka pikiran-pikiran kita, baik berupa konsepsi dan gagasan yang kita miliki, attitude, kepribadian, mental, dan moral kita, haruslah sejalan dengan pikiran-pikiran yang besar. Adalah hal yang paradoks, berada di negara besar dengan seluruh potensi yang luar biasa tapi berjiwa kecil,” tegas Surya.
Surya juga menegaskan, rakyat dan masyarakat membutuhkan supervisi dari pemerintah, tidak hanya pemerintah, tapi juga para elite bangsa, termasuk elite partai politik.
“Obat yang paling mujarab saat ini, sebagai hal yang amat sangat dibutuhkan oleh rakyat dan masyarakat adalah suri tauladan. Di sana sebenarnya permasalahan kita,” tegas Surya.
Kongres Partai NasDem kali ini dimeriahkan oleh belasan ribu kader se-Indonesia, dihadiri Presiden Jokowi yang sekaligus membuka Kongres ke-III Partai NasDem.
Selain itu, hadir juga antara lain Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Waketum Partai Demokrat Benny K Harman, Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi, serta Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Cheryl Tanzil.
Hadir pula Mantan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Ibrahim Shtayyeh, serta para duta besar negara sahabat. (*)
Besok Sore Presiden PKS Tiba di Aceh, Ini Agenda Al Muzzammil Selama 24 Jam di Serambi Mekkah |
![]() |
---|
Digempur Budaya Asing, Adat Pernikahan di Aceh Tamiang Mulai Terkontaminasi |
![]() |
---|
Polda Aceh Serahkan 2 Tersangka Tramadol ke Kejari Bireuen, BB dari Jakarta Hendak Diedar di Matang |
![]() |
---|
Lewat PKUP, Pemkab Aceh Tamiang Tingkatkan Peran Ulama Perempuan |
![]() |
---|
Naik Terus, Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini per Mayam dan Antam per Gram, Kamis 28 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.