Rabu, 15 April 2026

Perang Gaza

Drone Pejuang Islam Irak Serang Situs Vital Israel di Haifa

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa, kelompok perlawanan mengungkapkan bahwa operasi itu dilakukan pada Senin malam sebagai bagian dari

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Media militer perlawanan Islam Irak
Serangan ini menandai penggunaan pertama drone bunuh diri al-Arfad dalam operasi Perlawanan Irak melawan pasukan Israel dan AS di wilayah tersebut. 

Skuadron Jet Siluman AS Tiba di Israel, Siap Cegah Iran Memulai Perang Dunia III

Amerika Serikat telah mengerahkan 12 jet tempur siluman avant-garde ke Timur Tengah karena pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas terancam gagal.

Knewz.com telah mengetahui bahwa pesawat Lockheed Martin F-22 Raptor yang menakutkan ini, yang menghabiskan biaya pembayar pajak Amerika sebesar 350 juta dollar per unit, akan berpatroli di perbatasan Israel dengan memberi perhatian khusus pada Hizbullah di utara dan serangan apa pun yang mungkin berasal dari Iran.

Pesawat tempur siluman tersebut, yang disebut-sebut sebagai pesawat militer tercanggih di dunia, memiliki kemampuan lepas landas vertikal dan mampu melaju dengan kecepatan 1.200 mil per jam.

Persenjataannya terdiri dari satu senapan Gatling 20mm berisi 480 butir peluru, enam rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120 yang dipandu radar, dan dua rudal udara-ke-udara jarak pendek.

Susunan dog fight (pertempuran pesawat-ke-pesawat) juga dapat ditukar dengan persenjataan serangan darat yang dominan.

Iran dikatakan sedang menunggu saat yang tepat untuk menyerang Israel.

UK Sun mengutip seorang sumber yang mengatakan:

“Kedatangan F-22 adalah pengubah permainan — dan akan mengirimkan peringatan serius kepada Iran dan Hizbullah.”

“AS memberi sinyal bahwa setiap serangan oleh Iran atau proksinya akan ditanggapi dengan kekuatan yang sangat serius.”

Perkembangan ini terjadi di tengah perundingan gencatan senjata yang sedang antara Hamas dan Israel.

Hambatan terbaru untuk keberhasilannya adalah tuntutan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan pasukan pendudukan di Gaza.

Kelompok militan dan pemimpin baru otoritas Palestina, Yahya Sinwar, menolak tuntutan ini, yang membuat perundingan menjadi tidak jelas.

Sinwar dianggap sebagai arsitek serangan 7 Oktober di Israel yang menewaskan lebih dari 1200 orang. Ia juga merupakan penerus mendiang Ismail Haniyeh.

Haniyeh tewas dalam ledakan di tempat tinggalnya di sebuah bed and breakfast di Teheran, Iran pada 31 Juli. Kematiannya secara umum diterima sebagai pembunuhan di tangan badan mata-mata Israel Mossad.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved