Sabtu, 11 April 2026

Luar Negeri

Turki Tangkap Liridon Rexhepi Kepala Jaringan Keuangan Mossad Israel

Sang WNA itu dituduh mengelola jaringan finansial untuk aktivitas Mossad di wilayah Turki.

Editor: Faisal Zamzami
Dokumen Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT)
Dokumen foto Liridon Rexhepi, sosok yang diidentifikasi oleh Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) sebagai salah satu kepala jaringan keuangan badan intelijen Israel, Mossad yang beroperasi di wilayah Turki 

SERAMBINEWS.COM - Otoritas Turki menangkap seorang warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi agen finansial untuk badan intelijen Israel, Mossad, di negara tersebut.

Sang WNA itu dituduh mengelola jaringan finansial untuk aktivitas Mossad di wilayah Turki.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (3/9/2024), badan intelijen Turki, MIT, dalam pernyataannya mengumumkan bahwa seorang warga negara Kosovo bernama Liridon Rexhepi ditahan di Istanbul pada 30 Agustus lalu karena dicurigai mentransfer dana kepada para agen Mossad yang beroperasi di wilayah Turki.

Rexhepi ditahan secara resmi ditahan oleh otoritas Turki pada Selasa (3/9) waktu setempat.

Laporan kantor berita Anadolu Agency, seperti dilansir Associated Press, menyebut Rexhepi telah mengakui selama interogasi bahwa dirinya memang melakukan transfer uang.

Turki yang berulang kali mengecam Israel atas perangnya melawan Hamas di Jalur Gaza, telah menahan lebih dari 20 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan Mossad sepanjang tahun ini.

Orang-orang yang ditahan itu, termasuk para penyelidik swasta, dituduh mengumpulkan data individu-individu, sebagian besar warga Palestina yang tinggal di Turki, untuk intelijen Israel.

Disebutkan oleh MIT bahwa Rexhepi telah diawasi otoritas berwenang sejak masuk ke wilayah Turki pada 25 Agustus lalu.

Dia diduga memfasilitasi transfer keuangan dari negara-negara Eropa Timur, terutama Kosovo, kepada agen-agen Mossad yang ada di wilayah Turki.

Baca juga: VIDEO Dituduh Terlibat Genosida di Gaza dan Dukung Israel, 2 Tentara AS Diamuk Massa di Turki

Pernyataan MIT itu menyebut dana yang ditransfer oleh Rexhepi dilaporkan digunakan untuk aktivitas pengumpulan intelijen di Suriah, untuk melakukan operasi psikologis terhadap warga Palestina, dan mengoordinasikan operasi terkait drone.

Rexhepi diduga menggunakan layanan pengiriman uang untuk memindahkan dana ke Turki.

Begitu aliran uang itu masuk ke wilayah Turki, dana tersebut didistribusikan kepada agen-agen lapangan, yang kemudian menyalurkan sebagian dana ke aset-aset di wilayah Suriah.

Praktik transfer dana ini seringkali menggunakan mata uang kripto dalam setiap transaksinya.

Israel belum mengomentari penangkapan terkait Mossad yang dilakukan otoritas Turki ini.

Sejak perang antara Israel dan Hamas berkecamuk di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menjadi salah satu pengkritik paling keras untuk tindakan militer Tel Aviv di daerah kantong Palestina tersebut. Erdogan memuji Hamas sebagai kelompok pembebasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved