Luar Negeri
Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome
Trump menargetkan sistem pencegat rudal berbasis luar angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengakui bahwa saat ini AS belum memiliki sistem pertahanan yang mampu menghadapi senjata hipersonik maupun rudal jelajah canggih.
- Untuk menutup celah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proyek pertahanan rudal ambisius bernama “Golden Dome”.
- Sistem ini dirancang untuk menghadapi perkembangan pesat persenjataan rudal milik China dan Rusia, sebagaimana ilaporkan South China Morning Post (SCMP).
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengakui bahwa saat ini AS belum memiliki sistem pertahanan yang mampu menghadapi senjata hipersonik maupun rudal jelajah canggih.
Untuk menutup celah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proyek pertahanan rudal ambisius bernama “Golden Dome”.
Sistem ini dirancang untuk menghadapi perkembangan pesat persenjataan rudal milik China dan Rusia, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post (SCMP).
Target Operasi dan Biaya Besar
Trump menargetkan sistem pencegat rudal berbasis luar angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.
Namun, proyek ini menuai kontroversi karena biaya yang sangat besar, diperkirakan mencapai 185 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.188 triliun).
Awalnya biaya diperkirakan sekitar 175 miliar dolar AS hingga 2035, tetapi kemudian naik 10 miliar dolar AS menurut pembaruan Angkatan Antariksa AS.
Baca juga: Trump Isyaratkan Tolak Proposal Iran, Opsi Diplomasi Masih Menggantung
Dukungan dan Penjelasan Pentagon
Dalam sidang Senat pada Senin (27/4/2026), Marc Berkowitz, Asisten Sekretaris Pertahanan AS untuk kebijakan pertahanan rudal, menegaskan urgensi proyek ini.
Ia menyebut:
“Golden Dome akan memperkuat daya tangkal dengan menutup kemampuan lawan untuk mencapai tujuan mereka melalui paksaan atau agresi.”
Namun ia juga mengakui keterbatasan pertahanan AS saat ini:
“Kita tidak memiliki pertahanan terhadap senjata hipersonik atau rudal jelajah saat ini, maupun rudal jelajah canggih.”
Fokus Ancaman: China dan First Island Chain
Pentagon menilai China sebagai kompetitor utama yang perlu dihadapi, terutama di kawasan strategis First Island Chain, yang mencakup wilayah Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Indonesia/Malaysia.
| Pelaku Penembakan Jamuan Trump Segera Didakwa, Ini Dua Tuduhannya |
|
|---|
| Satu Petugas Kena Tembak di Acara Makan Gedung Putih, Trump: Pelaku Tak Terkait dengan Iran |
|
|---|
| Sosok Pelaku Penembakan saat Jamuan Makan Malam di Gedung Putih, Trump dan Istri Selamat |
|
|---|
| Kebakaran Besar Hanguskan Ribuan Rumah di Sabah Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Terdampak |
|
|---|
| Satu Tentara UNIFIL Prancis Tewas dan 3 Terluka dalam Serangan di Lebanon, Macron Desak Usut Tuntas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trump-90ijk.jpg)