Selasa, 28 April 2026

Luar Negeri

Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome

Trump menargetkan sistem pencegat rudal berbasis luar angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa 49 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan awal yang dilancarkan Washington. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengakui bahwa saat ini AS belum memiliki sistem pertahanan yang mampu menghadapi senjata hipersonik maupun rudal jelajah canggih.
  • Untuk menutup celah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proyek pertahanan rudal ambisius bernama “Golden Dome”.
  • Sistem ini dirancang untuk menghadapi perkembangan pesat persenjataan rudal milik China dan Rusia, sebagaimana ilaporkan South China Morning Post (SCMP).

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengakui bahwa saat ini AS belum memiliki sistem pertahanan yang mampu menghadapi senjata hipersonik maupun rudal jelajah canggih.

Untuk menutup celah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proyek pertahanan rudal ambisius bernama “Golden Dome”.

Sistem ini dirancang untuk menghadapi perkembangan pesat persenjataan rudal milik China dan Rusia, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post (SCMP).

 
Target Operasi dan Biaya Besar

Trump menargetkan sistem pencegat rudal berbasis luar angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.

Namun, proyek ini menuai kontroversi karena biaya yang sangat besar, diperkirakan mencapai 185 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.188 triliun).

Awalnya biaya diperkirakan sekitar 175 miliar dolar AS hingga 2035, tetapi kemudian naik 10 miliar dolar AS menurut pembaruan Angkatan Antariksa AS.

Baca juga: Trump Isyaratkan Tolak Proposal Iran, Opsi Diplomasi Masih Menggantung

 
Dukungan dan Penjelasan Pentagon

Dalam sidang Senat pada Senin (27/4/2026), Marc Berkowitz, Asisten Sekretaris Pertahanan AS untuk kebijakan pertahanan rudal, menegaskan urgensi proyek ini.

Ia menyebut:

“Golden Dome akan memperkuat daya tangkal dengan menutup kemampuan lawan untuk mencapai tujuan mereka melalui paksaan atau agresi.”

Namun ia juga mengakui keterbatasan pertahanan AS saat ini:

“Kita tidak memiliki pertahanan terhadap senjata hipersonik atau rudal jelajah saat ini, maupun rudal jelajah canggih.”
 
Fokus Ancaman: China dan First Island Chain

Pentagon menilai China sebagai kompetitor utama yang perlu dihadapi, terutama di kawasan strategis First Island Chain, yang mencakup wilayah Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Indonesia/Malaysia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved