PON 2024

Semarakan PON XXI, Aceh Local Band 2024 Tampilkan 15 Band Lokal, Mulai dari Hailwave hingga Apache

Salah satunya adalah Aceh Local Band yang akan diadakan pada 3-4 September 2024 di Taman Seni Budaya, Banda Aceh. 

Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/MIRANDA SYAHNOLA
Band asal Aceh, Hailwave tampil di hari pertama gelaran Aceh Local Band di Taman Seni Budaya, Banda Aceh, Selasa (3/9/2024) 

Laporan Miranda Syahnola Capah dan Syifa Salsabila | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh Festival 2024 yang digelar dalam rangka memeriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI Aceh-Sumut 2024 menyelenggarakan beberapa rangkaian event.

Salah satunya adalah Aceh Local Band yang akan diadakan pada 3-4 September 2024 di Taman Seni Budaya, Banda Aceh. 

Aceh Local Band ini merupakan salah satu event yang disiapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar) yang menampilkan 15 talent dan seniman musik Aceh.

Aceh Local Band ini menghadirkan beberapa kegiatan diantaranya Panggung Apresiasi, Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, Penampilan Musik, Galeri seni, Bazar Merchandise, serta Game dan Quiz.

Panggung Apresiasi Aceh Local Band menampilkan band-band lokal terbaik di Aceh.

Kegiatan tersebut digelar untuk mengapresiasi para musisi lokal yang ada di Aceh.

Sesuai dengan temanya “Ta Puga Seni Budaya, Wareh Keu Cuco Pusaka Bangsa.”

Ketua panitia Aceh Local Band, Akbar kepada Serambinews.com, menjelaskan tentang makna dari tema tersebut.

“Ta Puga Seni Budaya, bermakna seni budaya kita rawat dan kita jaga. Wareh Keu Cuco Pusaka Bangsa, kesenian kita terutama soal musik harus ada regenerasi, jadi harus ada estafetnya itu ke generasi-generasi selanjutnya,” ungkapnya, Selasa (3/9/2024).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Akbar, selain para musisi, ada juga bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), galeri seni, merchandise dan lain-lain. 

“Di samping ada penampilan dari lima belas talent, juga ada bazar UMKM, jadi bazar UMKM ini terdiri dari 18 UMKM,"

"Dan juga kita ada galeri musik serta merchandise, yang tentunya menjadi salah satu pengikat bagi pecinta musik, kawan-kawan seniman, sehingga bisa merasakan bagaimana sensasinya kemeriahan talenta talenta lokal yang dipadukan dengan suasana di mana semuanya tentang musik,” jelas Akbar.

Dengan suasana outdoor, dilengkapi kursi palet di depan panggung sebagai tempat duduk para pengunjung, Akbar menjelaskan hal tersebut merupakan salah satu ide mereka yang memanfaatkan barang-barang bekas. 

“Kawan-kawan bisa lihat, kita memanfaatkan kursi palet sebagai kursi pengunjung, dan ini juga salah satu ide kami dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang kita konsepkan sehingga kita susun seperti tribun untuk penonton,” pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved