Sabtu, 16 Mei 2026

Siswi SMA di Labuhanbatu Disekap dan Diperkosa Belasan Pria, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

Keduanya pun sudah mengakui perbuatannya telah menyekap korban dan merudapaksa beramai-ramai.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN/HO
Dua pria terduga pelaku rudapaksa terhadap siswi SMA di Kabupaten Labuhanbatu dihajar warga. Keduanya diduga menyekap korban lalu menyetubuhinya bersama beberapa orang lainnya beramai-ramai. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang gadis berusia 17 tahun di Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh belasan pria. 

Sebanyak dua pelaku ditangkap oleh polisi.

Polres Labuhanbatu membenarkan adanya laporan seorang siswi SMA berinisial RCV, 17 tahun, warga Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan.

Bukan cuma satu orang, pelakunya diduga berjumlah 10 orang lebih.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Syafrudin mengatakan, dua terduga pelakunya berinisial

PIJ (21) karyawan swasta, warga Dusun Aek Mardua, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu dan SZ (23)  warga Pondok Indomie Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu sudah diamankan setelah sebelumnya ditangkap dan digebuki massa.

Keduanya pun sudah mengakui perbuatannya telah menyekap korban dan merudapaksa beramai-ramai.

Sampai saat ini Polisi menyebut masih memburu terduga pelaku lainnya sekitar delapan orang lagi bahkan lebih.

"Mereka mengakui perbuatan mereka dan menyebut masih ada beberapa pelaku lain yang turut serta dalam tindakan keji tersebut. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku lainnya,"kata AKP Syafrudin, Senin (9/9/2024).

Baca juga: Siasat Pelaku Usai Rudapaksa dan Bunuh Siswi SMP di Kuburan Cina, Ikut Yasinan untuk Hilangkan Jejak

AKP Syafrudin mengungkapkan dugaan penyekapan dan pemerkosaan siswi SMA di Labuhanbatu bermula pada Jumat 6 September malam kemarin.

 Saat itu korban tidak pulang-pulang ke rumahnya setelah pergi dari rumah tanpa pamit ke keluarga.

Setelah mencari-cari, teman korban mengirimkan titik keberadaan SCV melalui pesan singkat ke keluarga yang dikirim korban melalui fitur berbagi lokasi.

Ketika didatangi, korban berada di sebuah warung di sekitar Kampung Sipirok, Kelurahan Bakaran Batu.

Di sini korban mengakui dirinya telah disekap, lalu dirudapaksa bergilir belasan pria di 2 lokasi berbeda yakni di sebuah rumah dan area perkebunan kelapa sawit.

"Dia ngaku menjadi korban persetubuhan oleh belasan pria di dua lokasi berbeda, yakni di perkebunan kelapa sawit dan di rumah sewa tersebut."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved