Mihrab
Rasulullah SAW Pemimpin Setelah Zaman Fatrah
Rasulullah SAW memimpin berbagai ekspedisi dan perang dengan kecermatan serta strategi yang matang.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Rasulullah SAW Pemimpin Setelah Zaman Fatrah
SERAMBINEWAS.COM - Rabiul Awal adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam, karena di bulan inilah Rasulullah SAW lahir ke dunia sebagai rahmat bagi alam semesta.
Setelah melewati zaman fatrah, yakni masa kekosongan di mana wahyu tidak diturunkan, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dan penutup para nabi.
“Rasulullah SAW tidak hanya menjadi nabi terakhir, tetapi juga diberi gelar Sayyidul Anbiya wal Mursalin (Pemimpin para Nabi dan Rasul). Kehadirannya membawa risalah yang menyempurnakan ajaran-ajaran para nabi sebelumnya, mengajak umat manusia kepada tauhid, kebenaran, dan akhlak mulia,” ungkap Dosen STISNU Aceh, Tgk Junaidi MAg, Kamis (12/9/2024).
Kepemimpinan Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam sejarah umat manusia, dan hal ini dapat dipelajari secara mendalam melalui karya Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyur Rahman al-Mubarakfuri.
“Sirah Nabawiyah menyoroti berbagai peristiwa yang menggambarkan bagaimana Rasulullah selalu menunjukkan sikap pemaaf dan pengasih, seperti ketika menaklukkan Makkah (Fath Makkah), di mana beliau memberikan amnesti kepada orang-orang yang sebelumnya memusuhinya,” ujarnya.
Dijelaskan Tgk Junaidi dari Sirah Nabawiyah, Rasulullah SAW juga memimpin dengan cermat dan penuh Strategis.
Baginda memimpin berbagai ekspedisi dan perang dengan kecermatan serta strategi yang matang.
“Rasulullah SAW menyusun strategi di berbagai pertempuran seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Setiap strategi yang diambilnya memperhitungkan kondisi medan, kekuatan lawan, serta moral pasukan Muslimin,” paparnya.
Namun, meski memimpin dalam peperangan, Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya etika dalam berperang.
Beliau melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, serta merusak tanaman dan tempat ibadah.
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh ini mengungkapkan, satu aspek kepemimpinan Rasulullah SAW yang sering diabaikan adalah bagaimana beliau selalu mendengarkan pendapat para sahabatnya.
“Meskipun beliau adalah utusan Allah yang selalu mendapat bimbingan wahyu, Rasulullah SAW sering mengadakan musyawarah (syura) dengan para sahabatnya dalam urusan yang tidak diatur secara khusus oleh wahyu,” sebutnya.
Contoh terkenal adalah ketika perencanaan strategi dalam Perang Khandaq, di mana Rasulullah SAW menerima saran dari Salman al-Farisi untuk menggali parit sebagai pertahanan.
Ini menunjukkan bahwa beliau menghargai pendapat orang lain dan mau menerima ide-ide yang baik.
| Khutbah Jumat di Aceh Besar - Tgk Qamaruzzaman Uraikan Tujuan Hidup Manusia Menurut Al-Quran |
|
|---|
| Bencana Aceh dan Pesan Keimanan, Dr Teuku Zulkhairi: Saat Ujian Menjadi Tanda Cinta Allah SWT |
|
|---|
| Waled Iskandar di Masjid Agung, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Barat 9 Januari 2026 |
|
|---|
| Dari Lhoong Hingga Seulawah, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Besar 9 Januari 2026 |
|
|---|
| Tgk Asnawi Ulee Titi di Masjid Raya, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Banda Aceh Besok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengurus-Ikatan-Sarjana-Alumni-Dayah-ISAD-Aceh-Tgk-Junaidi.jpg)