Pilkada 2024
Jelang Pilkada 2024, Warga Aceh Singkil Diminta Bijak Bermedsos, Jangan Saling Mengejek
mengingatkan pendukung calon bupati agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
mengingatkan pendukung calon bupati agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye.
Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati Aceh Singkil 2024, suhu politik memanas.
Terutama di media sosial, khususnya Facebook (FB).
FB telah menjadi medan kampanye bagi para pendukung kandidat calon bupati.
Mereka saling menyerang satu sama lain melalui berbagai jenis postingan.
Sayangnya ada oknum pengguna yang tidak bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga dapat meningkatkan tensi politik.
Meningkatnya penggunaan media sosial Facebook sebagai lapak kampanye juga ditandai dengan bermunculannya akun-akun baru yang identitas pemiliknya tidak jelas alias bodong.
Terkait kondisi itu, pegiat media sosial (Medsos) di Aceh Singkil Maimudin Tanjung, yang lebih dikenal dengan panggilan Mudien, mengingatkan pendukung calon bupati agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye.
Ia menekankan pentingnya membuat konten kampanye yang positif, tanpa harus menjelekkan atau menjatuhkan pasangan calon lain.
"Mari bicara data, mari bicara konsep dan gagasan untuk masa depan Aceh Singkil yang lebih baik," ungkap Mudien, Jumat (13/9/2024).
Mudien juga berharap Pilkada di Aceh Singkil dapat berlangsung dengan damai, adil, dan berkualitas.
Mencapai tujuan tersebut, maka pembahasan visi dan misi serta program kandidat jauh lebih penting dibanding saling nyinyir.
Bahasan lain yang mestinya jadi topik adalah pengelolaan potensi Aceh Singkil.
Selama ini, lanjut Mudien, banyak diskusi terkait Pilkada yang terjadi di warung kopi, forum-forum kecil, atau bahkan di media sosial berisi konten yang tidak konstruktif.
"Pembicaraan sering kali hanya berputar pada keburukan calon bupati, gosip mengenai kehidupan pribadi mereka, dan isu-isu yang kurang substansial," ujarnya.
Mudien mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para pendukung calon, untuk membangun ruang diskusi yang sehat dan produktif.
Menurutnya, daripada saling menyerang dan menjatuhkan, lebih baik fokus pada isu-isu krusial yang dihadapi Aceh Singkil saat ini.
Antara lain pengembangan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan layanan kesehatan yang memadai, dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal.
Pada akhirnya, Pilkada Aceh Singkil 2024 diharapkan menjadi momentum perubahan positif bagi masyarakat.
Pilkada bukan sekadar ajang memilih pemimpin, tetapi juga kesempatan untuk menyatukan visi dan misi dalam membangun daerah.
Diketahui Pilkada Aceh Singkil dipastikan hanya diikuti dua pasangan kandidat.
Masing-masing pasangan Dulmusrid-Al Hidayat dan pasangan Safriadi-Hamzah Sulaiman.(*)
11 Daerah Bakal Gelar Pemungutan Suara Ulang karena Adanya Pelanggaran, Kapan Akan Dilaksanakan? |
![]() |
---|
KIP Kota Langsa Mulai Rekap Hasil Perolehan Suara Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Mulkan Cabup Petahana Bangka juga Kalah Lawan Kotak Kosong, Pernah Jadi Anggota DPRD 2 Periode |
![]() |
---|
Mulkan-Ramadian juga Kalah Lawan Kotak Kosong di Kabupaten Bangka Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Maulan Aklil, Calon Wali Kota Pangkalpinang Dikalahkan Kotak Kosong di Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.