Berita Aceh Barat
Cuaca Ekstrem Masih Melanda, Warga Diminta Waspada
Kami terus memantau kondisi dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.” Andi Kirana
“Kami terus memantau kondisi dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.” Andi Kirana, Kapolres Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Cuaca ekstrem berupa hujan yang disertai angin kencang melanda sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa hari terakhir. Di sejumlah tempat, pohon tumbang dan beberapa daerah dilanda banjir.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada akan dampak dari angin kencang dan banjir.
Di Aceh Barat, enam desa terendam banjir dengan ketinggian air antara 5 hingga 30 Cm. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas terganggu di beberapa kecamatan.
Keenam desa tersebar di dua kecamatan yaitu Desa Teupin Peuraho dan Desa Keub di Kecamatan Arongan Lambalek, serta Desa Napai, Alue Leuhob, Cot Lagan, dan Desa Leubok Pasi Ara di Kecamatan Woyla Barat.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana melalui Kabag Ops, Kompol Muhammad Nasir mengatakan, dari hasil monitoring pihaknya menunjukkan curah hujan masih terjadi, namun debit air masih kategori aman.
Kompol Nasir menegaskan pihaknya telah menyiagakan sejumlah personel dan perahu karet untuk evakuasi masyarakat apabila ketinggian air terus meningkat.
"Kami terus memantau kondisi dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem," ujarnya.
Sementara Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, Rabu (18/9/2024) juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi atau bencana alam.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan angin kencang bisa terjadi kapan saja. Karena itu, pemkab terus berkoordinasi untuk melakukan tindakan preventif dan persiapan evakuasi jika diperlukan.
Plt Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah kepada Serambi mengatakan timnya terus memantau daerah rawan dan berkoordinasi dengan relawan.
Bencana angin kencang dan hujan lebat juga melanda Nagan Raya dalam tiga hari terakhir. Namun demikian, belum ada laporan banjir atau kerusakan yang ditimbulkan dari bencana tersebut.
Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi didampingi tim Pusdalops Agus Salim kepada Serambi, Rabu (18/9/2024) mengimbau warga tetap waspada saat terjadi angin kencang dengan tidak berada di bawah pohon.
"Alhamdulillah, sejauh ini belum ada laporan dampaknya, baik banjir atau kerusakan. Kita minta warga tetap waspada," harapnya.
Sementara BMKG menyebutkan potensi hujan masih menguyur hingga dua hari ke depan di wilayah barat selatan Aceh. Sedangkan kecepatan angin mencapai 24 Km/jam arah barat.
| Kebakaran Lahan di Aceh Barat Meluas, Titik Api Bertambah, BPBD Sulit Mobilisasi Alat |
|
|---|
| 5 Ruko di Pusat Perdagangan Meulaboh Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar |
|
|---|
| Api Lalap Lima Pertokoan di Pusat Perdagangan Meulaboh |
|
|---|
| Satu Unit Rumah di Pante Ceureumen Aceh Barat Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta |
|
|---|
| Karhutla di Gampong Lapang Aceh Barat Capai 1,5 Hektare, Pemadaman Terkendala Angin dan Sumber Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AKBP-Andi-Kir.jpg)