Berita Pidie
Abu Cut Lhok Nibong Isi Pengajian Tastafi di SPBU Pulo Pisang Pidie,Disediakan 70 Item Doorprize
Sebelumnya sosok Abu Cut Lhok Nibong telah mengisi pengajian pada Sabtu (12/8/2023) malam tahun lalu persisnya
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Sebelumnya sosok Abu Cut Lhok Nibong telah mengisi pengajian pada Sabtu (12/8/2023) malam tahun lalu persisnya
Laporan Idris Ismail: Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ulama kharismatik Aceh Tgk H Tarmizi M Thaib atau lebih kerap disapa Abu Cut Lhok Nibong asal Dayah Darul Huda Lueng Angen Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (21/9/2024).
Hal ini diulas saat mengisi pengajian Tastafi di SPBU Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Pengajian tersebut merupakan pengajian ke 27 kali.
Sebelumnya sosok Abu Cut Lhok Nibong telah mengisi pengajian pada Sabtu (12/8/2023) malam tahun lalu persisnya pada pengajian ke 13 kali. Untuk pengajian ke 28 kali pada program tahun ketiga disampaikan oleh Tgk H Abubakar Bin Usman atau lebih kerap disapa Abon Buni dengan pengajian pembacaan Raja Shalawat pada Minggu (29/9/2024) malam.
Dalam pengajian bulanan Tastafi kali ini, ribuan jamaah turut dihadiahi berupa doorprize sebanyak 70 item paket dari pihak pimpinan SPBU Pulo Pisang, Tgk H Marzuki Abdullah.
'Dalam pengajian Tastafi ini kami selalu mengundang ulama kharismatik atau para pimpinan dayah atau pesantren di Aceh dari berbagai kabupaten/kota di Bumi Serambi Mekkah untuk mengisi pengajian Tastafi atau tausiah agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat secara terbuka," sebut pemilik SPBU Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie H Marzuki kepada Serambinews.com, Sabtu (21/9/2024) malam.
Dalam pengajian Tastafi itu sepanjang durasi satu jam tersebut, Abu Cut Lhok Nibong Lueng Angen menyampaikan beberapa pesan penting terhadap amalan mensyukuri nikmat Allah SWT yang diberikan bagi setiap hamba-Nya.
Menurut Abu Cut Lhok Nibong itu, bahwa sikap dalam mensyukuri nikmat yang telah diberikan ilah Allah SWT. Maka atas segala nikmat yang dianugerahi itu wajib di syukuri. Nabi Daud AS sempat mempertanyakan rasa syukur itu kepada Allah musti diberengi adanya nikmat yang diberikan.
Maka perolehan nikat yang melekat pada diri setiap hamba Allah SWT, maka musti sepatutnya wajib disyukuri. Maka konsep yang diberikan kepada Nabi Daud AS menjadi iktibar bagi segenap muslim.
Maka pengakuan atas nikmat yang diberikan oleh Sang Khaliq itu maka senantiasa disepanjang waktu Tuhan akan selalu melipatgandakannya secara berkelanjutan.
Segala sektor nikmat baik dari hasil pertanian, kebun, tambak maupun perdagangan maka musti dihitung nisab untuk dapat
ditunaikam kewajiban zakat sera sedekah sebagai implementasi rasa syukur.
Umar Bin Abdul Azis mengatakan, sesungguhnya seorang buruh kasar lebih mengenal Tuhan dalam mensyukuri nikmat Allah. Meski terkadang tinggal Digubuk yang sempit. 'Namun, hati yang lapang maka akan menjadi nikmat yang dianugerahi Allah SWT menjadi jauh lebih besar,"ungkapnya. (*)
Jaksa Periksa Puluhan Kepala Sekolah di Pidie |
![]() |
---|
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.