Perang Israel vs Lebanon

Bicara di Depan PBB, Biden: Israel Mempertahankan Hak untuk Berperang

Negara mana pun, negara mana pun, akan memiliki tanggung jawab yang tepat untuk memastikan bahwa serangan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi

Editor: Ansari Hasyim
AFP/JIM WATSON via AP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berharap gencatan senjata di Gaza Palestina dimulai Senin (4/3/2024) depan. 

SERAMBINEWS.COM - Berbicara di depan Majelis Umum PBB, Biden mengatakan bahwa keluarga tawanan yang ditahan Hamas dan warga sipil di Gaza “menjalani neraka”, tetapi membela hak Israel untuk membela diri.

“Negara mana pun, negara mana pun, akan memiliki tanggung jawab yang tepat untuk memastikan bahwa serangan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi,” kata Biden, merujuk pada serangan 7 Oktober di Israel selatan sebelum beralih ke situasi di Gaza.

“Warga sipil tak berdosa di Gaza juga mengalami neraka. Ribuan orang terbunuh, termasuk pekerja bantuan. Terlalu banyak keluarga yang mengungsi, berdesakan di tenda, menghadapi situasi yang mengerikan,” katanya. “Mereka tidak meminta perang ini.”

Biden juga mengatakan dia “bertekad untuk mencegah perang yang lebih luas yang melanda seluruh kawasan” dan meminta Israel dan Hamas untuk menerima kesepakatan gencatan senjata yang diperkenalkan oleh AS pada bulan Mei.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah menyerukan pengekangan dan de-eskalasi di perbatasan antara Lebanon dan Israel, saat Israel menyerang wilayah yang dikuasai Hizbullah di ibu kota Lebanon untuk hari kedua berturut-turut.

"Saya menyerukan lagi agar semua pihak menahan diri dan meredakan ketegangan di perbatasan antara Israel dan Lebanon di Timur Tengah hari ini. Saya menyerukan lagi agar semua pihak menjauh dari jurang," kata Starmer dalam pidatonya di konferensi Partai Buruh di Liverpool, Inggris barat laut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved