Selasa, 5 Mei 2026

Mihrab

Khutbah Jumat - Mencintai Nabi Muhammad SAW Kewajiban Setiap Muslim 

cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya membawa keberkahan, tetapi juga akan menjadi penyebab bagi kita untuk berkumpul bersama beliau di surga. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen Kajian Keislaman dan  İlmu Al Qur'an Halaqah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Akhi Tamlicha Hasan Lc 

Khutbah Jumat - Mencintai Nabi Muhammad SAW Kewajiban Setiap Muslim 

SERAMBINEWS.COM - Mencintai Nabi Muhammad SAW adalah kewajiban setiap Muslim

Kecintaan ini harus lebih besar daripada cinta kepada orang tua, anak, atau manusia lainnya. 

Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sabdanya: "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada orangtuanya, anaknya, dan segenap manusia." (HR. al-Bukhari).

Dosen Kajian Keislaman dan  İlmu Al Qur'an Halaqah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Akhi Tamlicha Hasan Lc akan menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Babul Iman, Gampong Lambheu, Kecamatan Darul Imarah (27/9/2024), bertepatan dengan 23 Rabiul Awwal 1446 H. 

“Al-Quran juga mengingatkan bahwa jika kecintaan kepada keluarga atau harta benda melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka azab Allah akan menanti,” tegas Akhi Tamlicha. 

Allah SWT berfirman: “Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS. at-Taubah [9]: 24).

Menurutnya, cinta kepada Rasulullah SAW bukan hanya membawa keberkahan, tetapi juga akan menjadi penyebab bagi kita untuk berkumpul bersama beliau di surga. 

Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. al-Bukhari).

“Oleh karena itu, siapa pun yang mencintai beliau dengan sepenuh hati dan menjaga cinta tersebut hingga akhir hayat, dijanjikan akan bersama dengan Nabi SAW di surga,” ujarnya.

Menurut Akhi Tamlicha, cinta kepada Nabi SAW tidak cukup hanya dalam hati. Cinta sejati harus diwujudkan dengan ketaatan penuh kepada beliau, baik dalam perkara besar maupun kecil. Ketaatan ini juga menjadi bukti cinta yang hakiki. 

Allah SWT berfirman: "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.'"
(QS. Ali Imran [3]: 31).

Selain itu, Allah juga mengancam siapa pun yang menyakiti Rasulullah dengan azab yang pedih: “Orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.” (QS. at-Taubah [9]: 61).

“Sikap menyakiti Nabi bisa muncul dari berbagai tindakan yang menentang atau meremehkan ajaran beliau, bahkan jika hanya dalam bentuk keraguan dalam mengikuti perintahnya,” katanya. 

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW sangat marah ketika umatnya ragu dalam menjalankan perintahnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved