Rabu, 22 April 2026

Memupuk Asa dari TPA di Perkebunan Sawit Aceh

orang tua sudah sangat percaya untuk menitipkan anaknya di TPA PT PLB sebelum berangkat kerja, dan akan menjemputnya kembali seusai bekerja. 

|
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Penampakan daycare atau tempat pengasuhan anak (TPA) yang berada di permukiman rumah karyawan yang tersebar di berbagai area perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Aceh. 

Erlina, yang sehari-hari bertugas mengumpulkan brondolan atau buah sawit yang terlepas dari tandan, mengakui anaknya sangat mendapatkan manfaat dari TPA, tidak hanya sebagai tempat ia bermain saat tidak bersama orangtuanya, melainkan sebagai rumah kedua bagi anaknya. 

“Seringkali anak saya tidak mau diajak pulang saat saya jemput, bahkan waktu saya dan suami liburpun, ia tetap minta diantar ke TPA, karena begitu senang berada di TPA bersama pengasuh dan teman-temannya,” pungkas Erlina. 

Seorang petugas TPA PT PLB, Lamria Sinamo membenarkan bahwa anak-anak senang berlama-lama di TPA. 

Mereka begitu terlihat bergembira berkumpul bersama teman seusianya, dengan berbagai macam kegiatan dan permainan yang disediakan. 

“TPA ini sebagai sekolah dini bagi anak-anak, dengan mengajarkan tentunya kegiatan dan pembelajaran seusia mereka, seperti berdoa, bernyanyi, toiet training, sikat gigi, hingga diadakan pemeriksaan rutin kesehatan dan tumbuh kembang anak,” jelasnya. 

Bekerjasama dengan dokter kebun, dan puskesmas serta sekolah-sekolah setempat tujuannya untuk memastikan kebutuhan dasar anak terhadap kesehatan, pendidikan, dan hiburan, tetap terpenuhi meskipun tidak selalu didampingi oleh orang tua mereka.

Sementara itu, Yuslinar pengurus salah satu TPA di PT Karya Tanah Subur (KTS) Aceh Barat, mengaku senang menjalani profesinya. 

Ia merasa bahagia dapat membantu para orang tua dalam mengasuh anak ketika harus bekerja sementara.

Bagi Yuslinar, anak-anak di TPA PT KTS ini sudah dianggap sebagai anak sendiri yang perlu diberi perhatian dan cinta kasih sebaik mungkin.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana TPA bukan hanya membantu para karyawan agar bisa bekerja lebih optimal, tetapi juga membantu anak-anak dalam proses tumbuh dan berkembang,” kata Bu Yul, begitu sapaannya oleh anak-anak dan pengasuh lainnya. 

Ia mengaku sangat bahagia setiap kali ada anak asuh baru yang masuk di TPA, bahkan sedih ketika ada anak yang sudah harus lulus karena usianya yang tidak lagi bisa berada di TPA, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

TPA merupakan salah satu fasilitas Astra Agro yang disediakan untuk anak-anak karyawan dan luar karyawan.

Misalnya, jika salah satunya saja (Ayah atau Ibunya) yang bekerja di perkebunan Astra Agro, dan salah seorangnya lagi bukan bekerja di kebun Astra Agro, sudah boleh mendapatkan fasilitas TPA ini. 

Tak hanya itu terdapat pula fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah, bus sekolah, beasiswa, posyandu, serta dukungan kebutuhan pokok lainnya yang didapat, sebagai tanggung jawab perusahaan dalam Corporate Social Responsibility (CSR) yang terbagi menjadi empat pilar, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Ekonomi. 

Penyediaan fasilitas TPA juga sejalan dengan kampanye untuk mengimplementasikan program-program terkait Diversity, Equity dan Inclusion (DEI) Grup Astra. 

Khususnya Astra Agro, yang bukan lagi menjadi hal baru melainkan sudah menjadi budaya yang sudah diterapkan sejak lama, guna dapat terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta juga ramah bagi perempuan dan anak. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved