Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Giliran Kepala Unit Drone Hizbullah Terbunuh dalam Serangan Israel ke Lebanon

Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu menewaskan Mohammed Srur, yang lahir pada tahun 1973 silam

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/KAWNAT HAJU
Tim penyelamat bergegas ke lokasi serangan udara Israel yang menargetkan desa Abbasiyeh di Lebanon selatan pada 24 September 2024. - Israel mengumumkan puluhan serangan udara baru terhadap benteng Hizbullah di Lebanon, sehari setelah 558 orang, termasuk 50 anak-anak, tewas dalam hari kekerasan paling mematikan sejak perang saudara Lebanon. - Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Herzi Halevi memerintahkan para prajurit untuk mempersiapkan dengan kemungkinan serangan darat untuk melawan Hizbullah di Lebanon, Rabu (25/9/2024). 

SERAMBINEWS.COM - Serangan Israel di pinggiran selatan Beirut pada Kamis (26/9/2024) dilaporkan menewaskan kepala unit pesawat nirawak (drone) Hizbullah, kata kelompok militan dan militer Israel.

Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu menewaskan Mohammed Srur, yang lahir pada tahun 1973 silam

 
Militer Israel sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jet tempurnya telah "menargetkan dan melenyapkan" Srur, mengidentifikasi dia sebagai "komandan unit udara Hizbullah".

Itu adalah serangan keempat dalam seminggu yang menargetkan komandan Hizbullah di daerah yang padat penduduk itu.

Kementerian kesehatan Lebanon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua orang tewas dalam serangan itu dan 15 orang terluka, "termasuk seorang wanita dalam kondisi kritis".

"Srur belajar matematika dan termasuk di antara sejumlah penasihat utama yang dikirim oleh Hizbullah ke Yaman untuk melatih pemberontak Houthi di negara itu, yang juga didukung oleh Iran," kata seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah.

Kantor Berita Nasional resmi Lebanon mengatakan "tiga rudal" menargetkan "sebuah apartemen hunian di gedung 10 lantai".

Seorang fotografer AFP mengatakan target serangan itu dekat dengan gedung tempat kepala pasukan elite Hizbullah Radwan, Ibrahim Aqil, dan komandan lainnya tewas dalam serangan Jumat lalu.

Kementerian kesehatan Lebanon mengatakan serangan itu menewaskan 55 orang, termasuk tujuh anak-anak.

Baca juga: Dilema Iran: Menahan Diri atau Ikut Bantu Balas Dendam Bersama Hizbullah Terhadap Israel

Kepala Unit Rudal Hizbullah Tewas

Dalam serangan brutalnya selama sepekan ini, Pasukan Pendudukan Israel (IDF) mengklaim, kepala Unit Rudal dan Roket Hizbullah, Ibrahim Qabisi, tewas dalam serangan udara yang menargetkan Dahieh – sebuah basis pertahanan Hizbullah yang diketahui – di ibu kota Lebanon, Beirut.

“Qabisi diserang bersama dengan komando pusat tambahan di Pasukan Rudal dan Roket Hizbullah,” klaim pernyataan tersebut.

Ibrahim Muhammad Qabisi bergabung dengan Hizbullah pada tahun 1980-an dan sejak itu memegang beberapa peran militer penting dalam organisasi tersebut, termasuk sebagai perwira senior di Unit Operasi Hizbullah di Lebanon selatan dan memimpin Unit Badr di Front Selatan Hizbullah.


Rudal dengan Sistem Fire and Forget 100 Kilometer

Soal serangan agresif Israel dalam sepekan terakhir ke Lebanon Selatan, pakar militer dan ahli strategi asal Yordania, Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi mengatakan kalau Israel terus menyerang daerah-daerah penting milik Hizbullah Lebanon.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved