Kesehatan
Tanda-Tanda Pria Punya Masalah dengan Jumlah Produksi Sperma, Simak Apa Saja Penyebabnya
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, jumlah sperma pria dikatakan sehat jika memiliki 15 juta per mililiter (ml) atau setidaknya 39 juta per
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Berikut tanda-tanda pria punya masalah pada jumlah produksi sperma.
Jumlah sperma sedikit menjadi salah satu persoalan dalam kehidupan seksual pria.
Kondisi ini juga harus diwaspadai oleh kaum pria.
Pasalnya, terlalu sedikit jumlah sperma yang dihasilkan bisa mempengaruhi peluang kehamilan pasangannya.
Menurut Mayo Clinic, jumlah sperma yang rendah berarti cairan (air mani) yang diejakulasi selama orgasme mengandung lebih sedikit sperma dari biasanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagaimana dikutip dari Healthline menyebutkan, jumlah sperma pria dikatakan sehat jika memiliki 15 juta per mililiter (ml) atau setidaknya 39 juta per ejakulasi.
Itu artinya, jika memiliki kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani, maka dapat dianggap rendah.
Terlalu sedikit sperma dalam ejakulasi bisa memperkecil kemungkinan pasangan untuk hamil, karena lebih sedikit sperma yang tersedia untuk bisa membuahi sel telur.
Baca juga: Dampak Kesehatan Bagi Pria Jika Setiap Hari Mengeluarkan Sperma, Apakah Aman atau Justru Berbahaya?
Tanda-tanda jumlah sperma pria rendah
Menurut Mayo Clinic, tanda utama rendahnya jumlah sperma pria adalah ketidakmampuan pasangan untuk hamil.
Untuk tanda atau gejala lain yang lebih pasti mungkin tidak ada.
Pada beberapa pria, masalah mendasar seperti kelainan kromosom yang diturunkan, ketidakseimbangan hormon, vena testis yang melebar, atau kondisi yang menghalangi jalannya sperma dapat menyebabkan tanda dan gejala.
Gejala jumlah sperma rendah mungkin juga termasuk:
- Masalah dengan fungsi seksual misalnya, dorongan seks rendah atau kesulitan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
- Nyeri, bengkak atau benjolan di area testis.
- Rambut wajah atau tubuh berkurang atau tanda-tanda lain dari kelainan kromosom atau hormon.
Penyebab jumlah sperma rendah
Penyebab rendahnya jumlah sperma seringkali tidak teridentifikasi.
Menurut data Healthline, faktor risikonya bisa jadi karena pengaruh obesitas, pernah mengalami trauma atau pembedahan di dalam atau di sekitar testis, mengonsumsi obat-obatan tertentu hingga masalah medis lainnya.
Di luar itu, ada berbagai penyebab rendahnya kualitas sperma yang bisa dibedakan menjadi tiga kategori utama, yaitu:
1. Medis
Jumlah sperma yang rendah dapat disebabkan oleh sejumlah masalah kesehatan dan perawatan medis.
Melansir Mayo Clinic, beberapa penyebab yang bisa menurunkan kualitas dan jumlah sperma di antaranya termasuk:
- Varikokel atau pembengkakan pembuluh darah vena yang mengalirkan testis.
- Infeksi seperti epididimis (epididimitis) atau testis (orkitis) dan beberapa infeksi menular seksual, termasuk gonore atau HIV yang dapat mengganggu produksi atau kesehatan sperma.
- Masalah ejakulasi
- Antibodi yang menyerang sperma
- Kanker atau tumor
- Testis tidak turun
- Ketidakseimbangan hormon
- Cacat pada bagian tubulus yang mengangkut sperma
- Cacat kromosom
- Penyakit celiac atau gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kepekaan terhadap gluten
- Pengaruh obat-obatan tertentu
- Pengaruh operasi sebelumnya.
Baca juga: Setiap Hari Mengeluarkan Sperma, Apakah Berbahaya atau Justru Menyehatkan?
2. Lingkungan
Produksi atau fungsi sperma juga dapat dipengaruhi oleh paparan berlebih pada elemen lingkungan tertentu, termasuk:
- terpapar bahan kimia industri, seperti benzenes, toluene, xylene, herbicides, wisma, pelarut organik, hingga bahan cat
- terpapar logam berat seperti timbal
- terpapar radiasi dosis tinggi
- Suhu testis yang tinggi sehingga mengganggu produksi dan fungsi sperma.
3. Gaya Hidup
Aktivitas dan gaya hidup juga memungkinkan jadi penyebab jumlah sperma rendah.
Beberapa dari pola hidup yang bisa menurunkan kualitas dan jumlah sperma diantaranya ialah sebagai berikut.
- Konsumsi obat-obatan untuk merangsang kekuatan dan pertumbuhan otot, kokain atau mariyuana
- Konsumsi alkohol
- Duduk dalam waktu lama
- Merokok
- Stres emosional
- Depresi
- Berat badan berlebih
- Masalah pengujian sperma.
Tips meningkatkan kualitas sperma
Kesuburan mengacu pada kemampuan orang untuk bereproduksi tanpa bantuan medis.
Infertilitas dapat memiliki banyak penyebab dan mungkin bergantung pada genetika, kesehatan umum, kebugaran, penyakit, dan kontaminan makanan.
Terkadang ketidaksuburan dikaitkan dengan fungsi seksual, sementara di sisi lain juga dapat dikaitkan dengan kualitas air mani.
Untuk meningkatkan kualitas sperma, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Disarikan dari Healthline dan Mayo Clinic, berikut tips untuk meningkatkan jumlah serta kualitas sperma yang juga didukung oleh sains.
Baca juga: Peluang Hamil Tinggi, Puasa Bikin Sperma dan Sel Telur Makin Bagus, Seksolog: Asalkan Puasanya Benar
1. Pertahankan berat badan ideal
Berat badan juga berpengaruh terhadap jumlah sperma yang dimiliki pria.
Pria dengan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi biasanya memiliki jumlah sperma yang rendah.
Jika merasa memiliki berat badan berlebih, sebaiknya melakukan diet.
Penurunan berat badan dapat secara signifikan meningkatkan volume, konsentrasi, dan mobilitas air mani, serta kesehatan sperma secara keseluruhan.
2. Rutin olahraga
Tetap aktif dan menjalani gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan jumlah sperma.
Satu studi telah menemukan bahwa angkat besi dan olahraga di luar ruangan dapat membantu kesehatan sperma lebih dari jenis olahraga lainnya.
Selain itu, olahraga juga diketahui dapat membantu pria mempertahankan atau menurunkan berat badan, yang secara tidak langsung memiliki manfaat tambahan untuk kesehatan sperma.
3. Konsumsi vitamin dan makanan sehat
Konsumsi banyak buah-buahan dan sayuran dalam menu makanan harian.
Makanan yang kaya akan antioksidan dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma, menurut Mayo Clinic.
Beberapa jenis vitamin seperti vitamin D,C, dan E, juga penting untuk kesehatan sperma.
Satu studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 1.000 miligram vitamin C setiap hari dapat membantu konsentrasi dan mobilitas sperma pria.
Jumlah sperma secara keseluruhan tidak akan meningkat, tetapi sperma bisa menjadi lebih terkonsentrasi dan mampu bergerak lebih efisien, sehingga meningkatkan peluang pembuahan.
4. Pilih celana dalam yang tepat
Pemilihan celana dalam juga membantu menjaga kualitas sperma.
Disarankan untuk menggunakan celana dalam yang longgar dan menyerap keringat.
Sebab, celana dalam jenis tersebut membantu menjaga suhu sperma agar tetap stabil.
Hal tersebut juga melancarkan aliran udara ke skrotum yang membantu pertumbuhan sperma.
5. Kelola stress
Agar bisa meningkatkan kualitas sperma, disarankan pula untuk mengelola stress dengan baik.
Pasalnya, stres juga dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.
Baca juga: 6 Kebiasaan Inilah yang Bikin Pria Tidak Subur, Seksolog dr Boyke : Sperma Lambat dan Sedikit
Kapan harus ke dokter ?
Temui dokter jika Anda tidak dapat mengandung anak setelah setahun melakukan hubungan seksual tanpa kondom yang teratur, atau lebih cepat jika Anda memiliki salah satu dari yang berikut:
- Masalah ereksi atau ejakulasi, gairah seks rendah, atau masalah lain dengan fungsi seksual.
- Nyeri, ketidaknyamanan, benjolan atau bengkak di area testis.
- Riwayat masalah testis, prostat, atau seksual.
- Operasi selangkangan, testis, penis atau skrotum.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)
INFO KESEHATAN LAINNYA
BACA BERITA LAINNYA DI SINI
dr Boyke Ingatkan Pasutri: Jangan Merokok, Jangan Begadang, Kalau Mau Cepat Punya Anak |
![]() |
---|
dr Boyke Ungkap Penyebab Pasangan Susah Punya Anak, Ternyata Bukan Hanya dari Istri |
![]() |
---|
Dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Anti Peradangan: Cukup 1 Sendok Bisa Cegah Kanker hingga Autoimun |
![]() |
---|
8 Manfaat Minum Air Kayu Manis, Bagus untuk Kesehatan Wanita |
![]() |
---|
Bahan Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Diabetes, Bantu Menjaga Gula Darah Stabil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.