Berita Banda Aceh
KONI Aceh Besar Cari Ketum Baru
jelas Ucok, dirinya sudah melaksanakan rapat pengurus harian KONI. Bahkan, ia juga sudah melakukan pertemuan dengan 36 pengurus cabang (Pengcab) olahr
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – KONI Aceh Besar dipastikan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Gedung Dekranasda Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (15/10/2024).
“Kalau sesuai SK perpanjangan, maka kepengurusan ini akan berakhir Maret 2025. Tapi, saya sudah berkomitmen untuk melaksanakan Musorkab usai penyelenggaran PON,” ungkap Ketua KONI Aceh Besar, Muhibuddin Ibrahim SE dalam konferensi pers, Senin (30/9/2024) sore.
Ucok Sibreh—sapaan akrab Muhibuddin Ibrahim—didampingi Sekum KONI Aceh Besar, Zainal Abidin, Ketua Panitia, Ifwandi SPd MPd, Ilyas Ramli, serta Ketua Humas KONI, Chik Boy.
Sebelumnya, jelas Ucok, dirinya sudah melaksanakan rapat pengurus harian KONI. Bahkan, ia juga sudah melakukan pertemuan dengan 36 pengurus cabang (Pengcab) olahraga. Dari dua pertemuan itu, ia sudah memberitahukan jadwal Musorkab KONI.
Sebagaimana diatur dalam AD/ART, sebutnya, jadwal pelaksanaan Musorkab KONI harus diberitahukan 14 hari sebelum diselenggarakannya. Di mana surat pemberitahuannya harus ditujukan kepada KONI Aceh, dan pengurus cabang olahraga.
“Kemarin, surat pemberitahuan sudah saya kirim kepada Sekum KONI Aceh. Insya Allah, besok pagi, surat akan kita antar langsung. Hal yang sama juga kita kirim ke pengurus cabang olahraga,” tegasnya.
Keputusan untuk segera melaksanakan musyawarah, tambah Ucok Sibreh, bukan tanpa alasan. Sebab, ia berkeinginan supaya pengurus baru 2024-2029 nanti, memiliki waktu dan kesempatan menyiapkan atlet untuk menghadapi Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) tahun 2025.
Sebaliknya, ungkap Ucok, bila Musorkab dilaksanakan selepas Maret 2025, tentu saja akan membuat pengurus baru harus bekerja ekstra berat. Karena, waktu mereka otomatis terdesak untuk menyiapkan atlet ke Pra-PORA.
“Kita tidak ingin itu terjadi. Oleh sebab itu, kita jauh-jauh hari sudah menjadwalkan supaya Musorkan dilaksanakan lebih cepat, tanpa perlu menunggu hingga Maret 2025. Kita ingin atlet Aceh Besar banyak yang lolos ke PORA 2026 di Kabupaten Aceh Jaya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Muhibuddin menegaskan, dirinya tidak akan mencalonkan lagi sebagai Ketua KONI Aceh Besar. Ia memilih untuk beristirahat karena alasan kesehatan dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memimpin induk organisasi olahraga itu.
“Saya ingin istirahat, kondisi fisik saya juga tidak memungkinkan untuk memimpin kembali. Jadi, saya memberikan kesempatan kepada orang lain untuk maju,” tutupnya.(ran)
Didukung 30 Persen
Pada sisi lain, Ucok Sibreh menginformasikan, bahwa pendaftaran calon ketua umum akan dilakukan pada 13-14 September 2024. Di mana calon ketum disyaratkan pernah tercatat sebagai pengurus KONI atau Pengcab selama satu periode atau empat tahun.
Kecuali itu, calon ketua umum harus memiliki surat dukungan 30 persen dari cabang olahraga. “Sebagaimana diketahui, ada 39 voters yang memiliki hak suara. Jika ingin maju sebagai ketua umum KONI, calon harus melampirkan surat dukungan 30 persen,” tegasnya.
| Bebas Pulsa, Warga Aceh Kini Bisa Lapor Situasi Darurat ke Nomor 112 |
|
|---|
| Tanam Pohon, Pemko Banda Aceh Dorong Dayah Junjung Tinggi Kelestarian Lingkungan |
|
|---|
| UIN Ar-Raniry dan Universitas Garut Teken Kerja Sama Akademik, Pertukaran Dosen hingga Pengabdian |
|
|---|
| Tuanku Muhammad Advokasi Jalan Amblas di Pango Raya, PUPR akan Perbaiki Akhir Bulan Ini |
|
|---|
| Pengurus K2M MI Aceh Besar Resmi Dikukuhkan, Yahwa Tenkankan Prestasi Madrasah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-KONI-Aceh-Besar-BERI-KETERANGAN.jpg)