Cahaya Aceh
Stalagmit dan Stalaktit, Goresan Alam Menakjubkan di Gua Sawang Aceh Selatan
Selain itu, di sekitar destinasi Gua Sawang juga juga ada tempat pemandian, baik kolam maupun aliran sungai yang bisa dinikmati oleh wisatawan.
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Safriadi Syahbuddin
Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Tidak akan ada habisnya berbicara destinasi wisata alam di Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten yang diapit pegunungan dan laut Samudera Hindia ini menyimpan keindahan alam yang menakjubkan.
Diantaranya adalah destinasi Gua Sawang yang sudah lama ada dan baru dikemas kembali untuk dibuka ke kalayak ramai.
Gua Sawang ini ternyata menyimpan aneka keunikan dan goresan alam yang menakjubkan.
Untuk diketahui, Gua Sawang terletak di perbatasan antara Desa Tring Meduro Tunong dan Desa Panton Luas, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.
Lokasi ini berjarak sekitar 27 kilometer dari ibu kota Aceh Selatan, Tapaktuan.
Hanya memakan waktu sekitar 43 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua dari pusat Ibu Kota Aceh Selatan, Tapaktuan.
Sedangkan dari Banda Aceh ke gua Sawang ini dengan kendaraan roda empat memakan waktu tujuh jam lebih atau berjarak sekitar 418 kilometer.
Pertama sekali mengunjungi lokasi dan menulusuri Gua Sawang, pengunjung dibuat kagum dengan keindahan Stalagmit dan Stalaktit yang menakjubkan di dalam gua ini.
Selain itu, di sekitar destinasi Gua Sawang juga juga ada tempat pemandian, baik kolam maupun aliran sungai yang bisa dinikmati oleh wisatawan.
Dikutip dari NOAA Ocean Exploration, Stalaktit adalah formasi berbentuk es yang menggantung dari langit-langit gua dan terbentuk dari pengendapan mineral dari air yang menetes melalui langit-langit gua. Sebagian besar Stalaktit memiliki ujung yang runcing.
Sedangkan Stalagmit adalah gundukan endapan mineral yang tumbuh ke atas yang diendapkan dari air yang menetes ke lantai gua. Sebagian besar Stalagmit memiliki ujung yang membulat atau pipih.
"Di dalam gua kita menemukan Stalagmit dan Stalaktit yang sungguh mengagumkan, dengan kedalaman gua yang belum dapat kita perkirakan, mungkin dari cerita orang orang setempat sampai tembus ke kecamatan Samadua," ungkap sahabat wisata Tuantapa, Ainul.
Ia mengatakan bahwa dirinya bersama Komunitas Wisata Tuantapa, penjaga dan juru kunci coba menelusuri ke dalam Gua Sawang ini.
"Setelah mencoba menelusuri kedalam gua ini, hanya baru sampai menembus sekitar 200 sampai 250 Meter kedalam," terang Ainul didampingi Koordinator Lapangan, Irwandi Kamaruzaman.
Cahaya Aceh
Gua Sawang
Gua Sawang Aceh Selatan
Stalagmit
Stalaktit
Wisata Aceh Selatan
Serambinews
Serambi Indonesia
Aceh Selatan
Wisata Alam
| Wagub Aceh Ajak Warga Hadiri Penutupan Aceh Ramadhan Festival dan Nuzulul Qur’an di MRB |
|
|---|
| Tempati Lahan Eks Pasar Aceh, Peukan Raya Ramadan akan Sediakan Ragam Kuliner |
|
|---|
| Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana di Aceh |
|
|---|
| Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata |
|
|---|
| Kedah, Gerbang Emas Menyusuri Keindahan Alam Gayo Lues |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gua-Sawang-Aceh-Selatan-02.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gua-Sawang-Aceh-Selatan-03.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gua-Sawang-Aceh-Selatan-01.jpg)